Teh hijau sangat menjanjikan untuk mengatasi permasalahan jerawat

Penulis : Iqbal Prawira


Tanggal Posting : 14 Jun 2016 08:00 Wib | Dibaca : 2867 | Kategori : Artikel


Keberadaan jerawat pada wajah khususnya bagi perempuan sangatlah mengganggu. Hal ini berakibat berkurangnya rasa percaya diri. Tidak jarang, perempuan harus mengalokasikan uang berlebih untuk memperoleh wajah bebas jerawat dan berseri. Timbulnya jerawat pada wajah disebabkan berbagai faktor seperti : peningkatan produksi sebum (zat berminyak yang terutama terdiri dari lemak, keratin, dan bahan seluler) yang diproduksi oleh kelenjar sebasea di kulit; perubahan keratinisasi dari keratinosit folikuler; aktivitas bakteri Propionibacterium acnes (P. Acnes); dan inflamasi pada kulit wajah.

Penelitian klinis yang dilakukan oleh oleh Po-Hsuan Lu dari Institute of Traditional Medicine, School of Medicine, National Yang-Ming University, Taiwan, menggunakan ekstrak teh hijau (GTE) decafein untuk menetahui peranan teh hijau dalam menghambat jerawat di wajah. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 80 pasien perempuan, dengan kisaran usia 25-45 tahun, yang terdidagnosi memiliki jerawat dengan level sedang hingga parah. Para pasien diberi dosis sebanyak 500 mg ekstak teh hijau (GTE) decafein yang dimasukkkan dalam kapsul. Penelitian tersebut dilakukan secara double blind, menggunakan kontrol placebo dan dilakukan secara acak. Pasien diminta untuk mengkonsumsi 1 capsul setelah 30 menit makan sebanyak tiga kali sehari.

Hasil penelitian menunjukan ekstrak teh hijau (GTE) decafein berperan sangat signifikan terhadap pengurangan jumlah lesi dihidung, periorally dermatis dan dagu diantara 2 kelompok perlakuan. Lesi merupakan istilah kedokteran untuk merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh. Hal ini dapat terjadi karena proses beberapa penyakit seperti trauma fisik, kimiawi, dan elektris; infeksi, masalah metabolisme, dan otoimun. Penelitian tersebut juga memberikan catatan penting bahwa Epigalocatecin-3 galat (EGCG), yang merupakan komponen utama dalam teh hijau, memiliki aktivitas sebagai anti inflasi, anti bakteri dan anti karsinogenik sehingga memberikan manfaat bagi perempuan dengan "post adolescent acne". Po-Hsuan Lu dan Chung Hua Hsu juga menambahkan bahwa dalam penelitian mereka tersebut juga ditemukan penurunan level total kolesterol yang signifikan.

Lu, P. H., & Hsu, C. H. (2016). Does supplementation with green tea extract improve acne in post-adolescent women? A randomized, double-blind, and placebo-controlled clinical trial. Complementary Therapies in Medicine, 25(145), 159–163. doi:10.1016/j.ctim.2016.03.004

 


Post Terkait

  • Empoasca, Si Kecil yang “Merepotkan”

    Tanggal : 08 Apr 2019 09:31:14 Wib

    Teh merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, dalam proses budidaya tanaman teh, keberadaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses produksi tanaman teh dalam menghasilkan pucuk yang akan dipanen. Salah satu hama utama pada tanaman teh adalah Empoasca sp. Pada awalnya Empoasca sp. bukanlah hama utama tanaman teh namun, hama utama tanaman kapas. Empoasca sp. juga dikenal dengan sebutan Wereng Pucuk Teh (WPT). Selain di Indonesia, WPT juga merupakan hama utama tanaman teh di India dan Jepang.


  • Kina, Apa Kabarnya ?

    Tanggal : 18 Mar 2019 10:39:00 Wib

    Pada mulanya, Kina tumbuh di sepanjang gunung Andes dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Sentra produksi kina di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Berdasarkan daerah asalnya, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 meter diatas permukaan laut (mdpl). Di Indonesia tanaman ini biasanya ditanam pada ketinggian 800 - 2.000 mdpl.


  • Kina: Karunia Nusantara

    Tanggal : 05 Mar 2019 09:59:18 Wib

    Konon kina disebut pohon ajaib karena berfungsi sebagai penawar penyakit malaria yang kala itu mewabah dan memakan banyak korban. Kina memang bukan tanaman asli Indonesia. Namun, Indonesia yang dulu bernama Hindia Belanda pernah menjadi salah satu sumber kina terbesar serta menguasai 90% pasar kina dunia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes, meliputi Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Masa penjajahan Belanda menjadi awal masuk tanaman kina berkat usul Reinwart, Junghuhn, serta Mulder.


  • Perjalanan Panjang Sebuah Bibit Teh (Camellia sinensis (L.)

    Tanggal : 18 Feb 2019 08:41:00 Wib

    Fase bibit adalah fase yang pasti dilalui oleh setiap tanaman, termasuk tanaman teh. Pembibitan tanaman teh dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif, yang kemudian akan dipindah tanam ke areal perkebunan. Sejak tahun 1970-an, teknik perbanyakan yang dilakukan di Indonesia adalah dengan cara vegetatif yaitu menanam setek.


  • Kadar Pati Akar, Awal yang Menentukan

    Tanggal : 04 Feb 2019 08:44:00 Wib

    Tahukah anda, jika setiap 3-4 tahun sekali tanaman teh harus di pangkas!! Ya, pemangkasan pada tanaman teh merupakan tindakan kultur teknis untuk mempertahankan ketinggian bidang petik dan tanaman teh tetap dalam fase vegetatifnya. Produksi pucuk yang tinggi dapat diperoleh dengan menghindari pertumbuhan fase generatif sehingga semakin panjang fase vegetatif semakin panjang pula masa produksi tanaman tersebut.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.