Jepang Kembali ke Teh Hitam

Penulis : Dr. Dadan Rohdiana, Administrator


Tanggal Posting : 14 Jul 2016 08:11 Wib | Dibaca : 1094 | Kategori : Artikel


Ketenaran Jepang sebagai produsen utama teh hijua dunia sudah tidak diragukan lagi keabsahannya. Namun perlahan tapi pasti, predikat itu sudah mulai luntur. Tidak kurang dari 200 produsen teh hijau kini mulai meninggalkan teh hijau dan beralih ke teh hitam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tulisan ini akan mengulas secara singkat alasan mengapa mereka mulai berbondong-bondong mengolah teh hitam yang mereka yakini mampu memberikan manfaat lebih bagi kesehatan.
Sejarah Teh Hitam di Jepang


Abad ke-12 setelah masehi, Jepang belajar ke China bagaimana menanan dan mengolah teh hijau. Pada abad ke 19 pemerintah Jepang memutuskan untuk meningkatkan nilai tambah ekspornya melalui sutra dan teh. Melihat keberhasilan China, India dan Srilanka yang mengekspor teh hitam ke Amerika dan Eropa, terutama Inggris. Jepang pun kembali mengirim orang nya ke China untuk belajar mengolah teh hitam serta ke India untuk mengambil biji teh asal Assamica. Namun, iklim di Jepang ternyata tidak bersahabat dengan Assamica. Tahun 1901 Pusat Penelitian Teh di Makurazaki melakukan penelitian untuk menghasilkan tanaman teh yang cocok untuk teh hitam. Hal senada juga dilakukan Kogoshima Prefectural Institute for Agricultural Development pada tahun 1929. Bahkan mereka didukung penuh oleh Departemen Pertaniannya Jepang. Kerjasama ini berlangsung hingga tahun 1939. Pada tahun 1946 penelitian pemuliaan tanaman untuk teh hitam dihentikan. Makurazaki Experiment Station yang dibentuk tahun 1901 akhirnya harus ditutup juga pada tahun 1980 karena sejak tahun 1970 produsen teh lokal Jepang beralih dari teh hitam ke teh hijau hingga tahun 2000. Teh hitam akhirnya diimpor dari Inggris atau langsung dari India, Srilanka, China dan bahkan Indonesia meski dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.


Sejak tahun 2000 banyak pengusaha yang mencoba memulai kembali untuk mengolah teh hitam. Ternyata kenyataan ini menjadikan para pengusaha teh hitam Jepang ini mulai mahir dalam mengolah teh hitam. Tahun 2007 teh hitam Jepang meraih dua penghargaan emas di Britain’s Great Taste Award. Bahkan dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2009, teh hitam Jepang meraih tiga penghargaan emas di ajang yang sama. Kenyataan inilah yang menjadikan pengusaha teh hitam Jepang semakin “pede” untuk terus menjadikan teh hitam sebagai produk utama mereka.
Mengapa Teh Hitam?


Setidaknya ada tiga alasan yang mendasari mengapa para pengusaha mulai beralih ke teh hitam. Pertama, meningkatnya konsumsi teh hijau dalam kemasan ternyata menurukan konsumsi teh secara nasional di Jepang. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat untuk minuman dalam kemasan, teh bukanlah faktor yang paling menonjol. Komponen utamanya adalah air; kedua, rendahnya harga teh hijau terutama teh hijau yang dihasilkan dari pemanenan kedua dan ketiga saat late spring and summer; ketiga: meningkatnya perhatian terhadap pemanis sebagai bahan tambahan pangan juga menjadi penyebab perubahan pola konsumsi teh. Teh hitam lebih cocok diberi pemanis dibandingkan dengan teh hijau.


Post Terkait

  • Teh dan Kesehatan Wanita

    Tanggal : 30 May 2017 09:03:34 Wib

    Mengingat osteoporosis merupakan penyakit yang cukup dominan pada kaum wanita yang tidak bukan adalah mayoritas penghuni bumi ini, maka penelitian-penelitian yang mengarah pada penghambatan penyakit ini dinilai sangat bermanfaat. Berdasarkan data analisis beberapa penelitian penyerapan tulang pada hewan percobaan, teh secara gemilang berhasil mengurangi tingginya penyerapan penyebab kehilangan massa tulang yang berlebihan. Studi epdemiologi pada populasi manusia mendukung hasil riset pada hewan coba diatas. Diakui dalam penelitian ini, teh telah teridentifikasi oleh Mediterranean Osteoporosis Study sebagai faktor pelindung yang sangat potensial terhadap osteoporosis.


  • Teh hijau sangat menjanjikan untuk mengatasi permasalahan jerawat

    Tanggal : 14 Jun 2016 08:00:21 Wib

    Keberadaan jerawat pada wajah khususnya bagi perempuan sangatlah mengganggu. Hal ini berakibat berkurangnya rasa percaya diri. Tidak jarang, perempuan harus mengalokasikan uang berlebih untuk memperoleh wajah bebas jerawat dan berseri. Timbulnya jerawat pada wajah disebabkan berbagai faktor seperti : peningkatan produksi sebum (zat berminyak yang terutama terdiri dari lemak, keratin, dan bahan seluler) yang diproduksi oleh kelenjar sebasea di kulit; perubahan keratinisasi dari keratinosit folikuler; aktivitas bakteri Propionibacterium acnes (P. Acnes); dan inflamasi pada kulit wajah.


  • Teh dan Berat Badan bagian 1

    Tanggal : 06 Jun 2016 09:16:51 Wib

    Mempunyai berat badan yang ideal memang telah menjadi idaman hampir setiap orang, terlebih bagi kaum wanita. Dimata kaum hawa, casing (kesing) menjadi demikian penting. Mengingat pentingnya penampilan bagi kaum hawa tersebut, sejumlah upayapun telah dilakukannya baik melalui jalur cepat maupun jalur lambat. Sudah bisa ditebak, sebagai bangsa yang inginnya serba instan, jalur cepat ini mendapat respon yang sangat baik meski akhirnya sudah bisa ditebak juga. Sesuatu yang instan tidak akan pernah menjadi abadi. Lalu bagaimana dengan program jalur lambat? Surplus Energi Meningkatknya stutus sosial, ekonomi dan usia harapan hidup ternyata berpotensi menerbitkan sejumlah masalah termasuk diantara


  • Pembahasan Buku Panduan Sistem Usaha Perkebunan Rakyat-Diversifikasi Integratif (SUPRA-DIN) Berbasis Tanaman Teh

    Tanggal : 19 May 2016 09:04:35 Wib

    Pada hari Selasa - Rabu, 17-18 Mei 2016, Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan bertempat di Pusat Penelitian Teh dan Kina


  • Produk baru tea latte hasil kerjasama PPTK, BP3IPTEK Provinsi Jawa Barat dan Bandrek Hanjuang

    Tanggal : 07 Apr 2016 02:48:29 Wib

    Produk baru tea latte hasil kerjasama PPTK, BP3IPTEK Provinsi Jawa Barat dan Bandrek Hanjuang. Produk ini enak dan murah serta praktis penyajiannya, diharapkan dapat bersaing dengan Thai Tea dan kopi 3in1 yg sudah marak di pasaran. Selain itu, tea latte merupakan innovasi tuk meningkatkan konsumsi teh di pasar Domestik. Bahan bakunya semua local containt.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.