Dr. Dadan Rohdiana Menyampaikan Materi Teknik Penulisan Proposal Di Rakerlit PPKS

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 30 Jan 2019 16:32 Wib | Dibaca : 570 | Kategori : Berita


Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan mengadakan Rapat Kerja Penelitian (Rakerlit) pada tanggal 28 – 29 Januari 2019 di PPKS Unit Marihat-Pematangsiantar, Sumatera Utara. Kegiatan Rakerlit ini sangat penting dilaksanakan untuk mendukung tema PPKS tahun 2019 yaitu Survival of the Fietest. Kegiatan Rakerlit dibuka oleh Direktur PPKS, Dr. Hasril Hasan Siregar. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan evaluasi rumusan rakerlit 2018 dan pemaparan materi ide riset yang berkaitan dengan teknologi nuklir untuk penelitian kelapa sawit.

Salah satu agenda yang dilaksanakan selama Rakerlit berlangsung adalah penyampaian materi mengenai “Teknik Penulisan Proposal ke Pihak Ketiga”. Proposal kerjasama merupakan salah satu komponen penting untuk terlaksananya riset yang berkelanjutan dan inovatif. Materi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penelitian Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Dr. Dadan Rohdiana pada Rakerlit hari kedua (29/01/2019) dengan tujuan untuk menjadi motivasi, inspirasi dan masukan bagi peneliti di lingkup PPKS-Medan.

 


Post Terkait

  • Kunjungan Industri Program Studi Ilmu Tanah UPN Veteran Yogyakarta

    Tanggal : 07 Aug 2019 11:00:00 Wib

    Pada tanggal 6 Agustus 2019, Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung menerima kunjungan dari Dosen Fakultas Pertanian Program Studi Ilmu Tanah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta sebanyak 13 orang. Rombongan disambut langsung oleh Direktur PPTK, Dr. Dadan Rohdiana dan para peneliti terkait. Dalam sambutannya, Kepala Program Studi Ilmu Tanah , Dr. Susilo Herlambang dan Dr. Partoyo selaku Dekan Fakultas Pertanian, menyampaikan bahwa PPTK sejak lama telah menjadi rujukan bagi universitas dalam melakukan riset.


  • White Pearl Tea di Bandung Tea Festival

    Tanggal : 04 Aug 2019 10:30:00 Wib

    Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) kembali meluncurkan produk unggulan baru yaitu White Pearl Tea. Kegiatan pameran Bandung Tea Festival (BTF) ke – 16 berlangsung selama dua hari pada tanggal 2 - 3 Agustus 2019 yang bertempat di Gedung Sate, Bandung. Melalui kegiatan tersebut PPTK menyuguhkan berbagai produk unggulan yang telah dihasilkan selama ini. White Pearl Tea hadir untuk menjawab keluhan konsumen dalam menyeduh teh putih (White Tea). Konsumen tidak perlu lagi menghitung atau mengira-ngira seberapa banyak peko teh putih yang diperlukan untuk penyeduhan. Kini, konsumen tinggal memasukkan satu butir White Pearl Tea kedalam cangkir ,kemudian siap diseduh.


  • Workshop Statistik Hasil Pengolahan Perusahaan Perkebunan

    Tanggal : 02 Aug 2019 11:00:00 Wib

    Pada Selasa, 30 Juli 2019, Pusat Penelitian Teh dan Kina melalui perwakilannya berkesempatan mengikuti workshop Statistik Hasil Pengolahan Perusahaan Perkebunan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat. Workshop dilaksanakan di Hotel Aston Pasteur. Workshop ini dibuka langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Ir. Dody Herlando, M.Econ dengan mengusung tema “Sinergi Antar Stakeholder adalah Energi Menuju Satu Data Perkebunan Indonesia”.


  • Kunjungan Duta Besar dan Ketua Dewan Teh Bangladesh ke PPTK

    Tanggal : 27 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Pada tanggal 25 Juli 2019, Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung mendapatkan kunjungan kehormatan dari Duta Besar dan Ketua Dewan teh Bangladesh. Kunjungan ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai perkembangan industri teh di Indonesia dan hasil-hasil riset terbaru baik di Indonesia maupun Bangladesh.


  • Kunjungan Prof. Byunggun Park dari Jeju Tea School

    Tanggal : 19 Jul 2019 00:00:00 Wib

    Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) mendapatkan kehormatan menerima kunjungan Prof. Byunggun Park pada tanggal 18 Juli 2019. Pertemuan tersebut dibuka oleh Ketua Kelompok Peneliti PPTK, Ir. Sobar Darana, M.Sc dan dihadiri oleh para peneliti PPTK. Dalam persentasinya, Prof. Byunggun menyampaikan perkembangan industri teh di Korea Selatan. Salah satu kendala yang dihadapi oleh industri teh di Korea Selatan adalah harganya yang mahal dan kompetisi dengan produk impor dari luar Korea Selatan.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.