Kina, Apa Kabarnya ?

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 18 Mar 2019 10:39 Wib | Dibaca : 931 | Kategori : Artikel


Kina merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan dan pernah menjadi primadona dunia. Namun, tidak banyak orang mengetahui apa itu tanaman Kina, terutama generasi muda milenial di Indonesia bahkan dunia.

Kina

Pada mulanya, Kina tumbuh di sepanjang gunung Andes dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Sentra produksi kina di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Berdasarkan daerah asalnya, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 meter diatas permukaan laut (mdpl). Di Indonesia tanaman ini biasanya ditanam pada ketinggian 800 - 2.000 mdpl.

Dok. Sarah Nurul Fajri

Kina, merupakan tanaman yang kaya manfaat. Dahulu, kina dimanfaatkan sebagai bahan obat untuk penyakit malaria. Namun, seiring berjalannya waktu, manfaat lain dari tanaman kina semakin tergali potensinya. Kulit kina banyak mengandung alkaloid-alkaloid yang berguna untuk bahan obat. Di antara alkaloid tersebut ada empat alkaloid yang dapat bermanfaat bagi manusia yaitu kinin, kinidin, sinkonin, dan sinkonidin.

Kini, kulit kina berfungsi sebagai depuratif, obat influenza, disentri, diare, mengatasi gangguan pembuluh darah, membantu pengobatan kanker, menyehatkan jantung, meredakan gangguan pencernaan, dan dapat pula menjadi tonik. Banyak manfaat dan potensi tanaman kina yang sebenarnya belum diketahui. Namun, saat ini kondisi tanaman dan perkebunan kina di Indonesia sangat memprihatinkan. Luas lahan yang terus menurun selama 20 tahun terakhir menyebabkan produksi dan pengelolaannya tidak lagi optimal. Area perkebunan kina di Kabupaten Bandung kini terpangkas 76 persen, saat ini hanya tersisa sekitar 339 ha.

Dok. Sarah Nurul Fajri

Membudidayakan tanaman kina memang bukan hal yang mudah. Selain bibit yang sulit di dapat, waktu panen yang mencapai lima hingga tujuh tahun setelah tanam, mulai dianggap tidak lagi prospektif secara bisnis. Bahkan banyak petani yang mengajukan diri untuk alihfungsi tanaman  dan lebih tertarik menanam kopi. Lalu, bagaimana nasib kina di masa yang akan datang? Dalam hal ini, tentu saja bukan petani yang seharusnya menjawab pertanyaan tersebut.

Di Jawa Barat terdapat Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) yang berlokasi di Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Namun, tentu saja sebagai lembaga penelitian, PPTK tidak dapat bergerak sendiri untuk terus menggaungkan nama kina di nusantara. Peran pemerintah dalam hal ini sangat penting untuk mendukung keberlangsungan hidup tanaman kina di Indonesia. Alangkah indahnya jika pemerintah mengadakan program nasional untuk tanaman kina dan di dukung oleh hasil penelitian PPTK. Tidak hanya itu, peran stakeholder juga sangat penting, karena mereka adalah konsumen kulit kina terbesar. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan kina, dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak.

Ditulis Oleh :

Sarah Nurul Fajri (Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran)

Restu Wulansari (Peneliti Tanah dan Nutrisi Tanaman, Pusat Penelitian Teh dan Kina)

Daftar Pustaka:

Sultoni, A. 1995. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Kina. Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia. Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. Jakarta, Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman

Ghufron, M. dan D. Mardani. “Pohon Kina Nyaris Punah”. 5 Februari 2015. https://republika.co.id/berita/nasional/umum/12/05/18/m47orw-pohon-kina-nyaris-punah .

Ardia, H. “Kina, Komoditas Bersejarah yang Terancam”. 5 Februari 2019. http://bandung.bisnis.com/read/20160616/5/556496/kina-komoditas-bersejarah-yang-terancam .

Safitri, A. “Mengenal Pohon Kina, Tanaman Herbal dengan Segudang Manfaat”. 5 Februari 2019. https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/manfaat-pohon-kina/ .

Wiyanti, W. “Infografis: Fakta Seputar Malaria di Indonesia”. 5 Februari 2019. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3989706/infografis-fakta-seputar-malaria-di-indonesia .


Post Terkait

  • Kebutuhan Unsur Hara Nitrogen Pada Tanaman Teh

    Tanggal : 12 Aug 2019 10:50:00 Wib

    Kesuburan tanah pada berbagai lahan pertanaman teh bervariasi sesuai dengan jenis tanah (kesuburan potensial) dan kadar hara yang tersedia pada lapisan atas / solum (kesuburan aktual) tanah. Kesuburan potensial dan aktual tanah setiap blok kebun berbeda-beda, sehingga kemampuan tanah menyediakan hara bagi tanaman juga berbeda-beda.


  • Pemetikan Halus Pada Tanaman Teh, Apakah Itu?

    Tanggal : 29 Jul 2019 10:45:00 Wib

    Pemetikan merupakan kegiatan pengambilan atau pemungutan bagian tanaman teh berupa pucuk dan juga daun-daun muda yang sudah memenuhi ketentuan dan berada pada bidang petik (Santoso et al, 2006). Pemetikan dilakukan sebagai usaha untuk membentuk kondisi tanaman teh agar mampu berproduksi tinggi secara berkesinambungan. Dalam hal ini mutu standar teh sangat bergantung pada jenis petikan, jenis petikan yang tepat atau sesuai akan menghasilkan mutu teh yang tinggi. Oleh karena itu, pemetikan yang dilakukan harus berdasarkan ketentuan-ketentuan sistem petikan dan syarat-syarat pengolahan yang berlaku.


  • Pemetikan Teh dengan Mesin Petik

    Tanggal : 15 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Tenaga pemetik merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam upaya menghasilkan produk teh yang berkualitas dengan kuantitas yang maksimal. Ketersediaan tenaga pemetik yang sesuai dengan rasio tenaga pemetik akan membantu dalam proses pencapaian target produksi yang telah ditetapkan.Menurut Deptan pada tahun 2007, peningkatan kualitas teh masih menghadapi beberapa tantangan dan kendala yang diantaranya adalah produktivitas tanaman yang belum optimal, meningkatnya biaya produksi sedangkan harga jual relatif rendah serta tingkat konsumsi teh di Indonesia yang masih rendah.


  • Penjaga Kualitas Teh

    Tanggal : 01 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Ayo nge-Teh !!! Tahukah Anda? Di era modern ini teh menjadi minuman paling banyak dikonsumsi setelah air mineral dan menjadi favorit semua kalangan masyarakat. Teh kerap kali ditemukan di berbagai tempat makan dan dapat dinikmati secara gratis. Teh merupakan sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih (Lelita Dea Ira et al., 2018).


  • Purple Tea, Teh Jenis Baru yang Memiliki Segudang Manfaat

    Tanggal : 17 Jun 2019 10:00:00 Wib

    Mutasi genetik dapat menyebabkan perubahan pada tanaman, seperti perubahan fisiologi dan morfologi tanaman. Salah satu hasil mutasi genetik pada tanaman teh adalah jenis purple tea. Purple tea merupakan jenis teh baru yang mulai berkembang di Indonesia. Penampakan daun purple tea lebih gelap jika dibandingkan daun teh pada umummnya. Negara Kenya sudah mengembangkan kultivar dari purple tea yang bernama TRFK 306/1 selama 25 tahun.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.