Pentingnya Good Manufacturing Practices (GMP) di Pabrik Pengolahan Teh

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 22 Apr 2019 10:25 Wib | Dibaca : 297 | Kategori : Artikel


Sumber : Pusat Penelitian Teh dan Kina

Teh merupakan salah satu produk pangan yang menyegarkan dan memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti terhindar dari obesitas. (Hartoyo, 2003). Dibalik produk teh yang berkualitas, terdapat Good Manufacturing Practices (GMP). Menurut Peraturan Menteri Perindustrian RI (2010), GMP merupakan pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi Pangan Olahan agar aman, bermutu, dan layak untuk dikonsumsi (Permenperin, 2010).

GMP memiliki 18 ruang lingkup yang diterapkan dalam industri pengolahan pangan, yaitu lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, mesin dan peralatan, bahan, pengawasan proses, produk akhir, laboratorium, karyawan, pengemasan, label dan keterangan produk, penyimpanan, pemeliharaan dan program sanitasi, pengangkutan, dokumentasi dan pencatatan, manajemen dan pengawasan, penarikan produk, serta pelaksanaan pedoman. 

Sumber : Pusat Penelitian Teh dan Kina

Lokasi dan bangunan pabrik pengolahan teh harus memperhatikan beberapa aspek penting tata ruang seperti jenis lantai, bahan bangunan untuk dinding, atap dan langit-langit, pintu, jendela dan saluran ventilasi. Fasilitas pendukung lainnya adalah fasilitas sanitasi berupa sarana penyediaan air, pembuangan air dan limbah, toilet, dan sarana hygiene karyawan.

Tidak terbatas sampai di situ, tata letak peralatan, pengawasan dan pemantauan peralatan serta wadah untuk sampah dan bahan berbahaya juga harus dilengkapi sebagai syarat GMP. Aspek lain yang tidak kalah penting adalah pencatatan kegatan yang berlangsung selama proses pengolahan. Pencatatan ini penting dilakukan untuk dapat melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan yang telah dilakukan.

Penerapan GMP bertujuan untuk memastikan bahwa produk pangan aman, bermutu, dan layak di konsumsi. Sanitasi merupakan slah satu komponen penting yang harus diperhatikan pada setiap proses pengolahan. Selain berhubungan dengan keamanan pangan, sanitasi lingkungan juga dapat mengurangi faktor-faktor yang menghambat proses pengolahan. Tidak hanya di lingkungan sekitar bangunan pengolahan, terlebih lagi kebersihan lingkungan di dalam ruangan.

Aspek pengetahuan karyawan terhadap GMP juga memegang peranan penting untuk keberlangsungan GMP pada proses pengolahan teh. Bagaimanapun, karyawan adalah orang yang berkecimpung langsung dalam proses pengolahan teh. Oleh karena itu, pelatihan khusus mengenai hygiene dan sanitasi kepada karyawan perlu dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa hygiene dan sanitasi penting untuk diterapkan di lingkungan produksi. Pelaksanaan GMP dapat terlaksana atas kerjasama seluruh pihak terkait dan diperlukan komitmen yang kuat agar GMP dapat terlaksana secara berkelanjutan.

 

Disusun oleh :

Nurul Husna Azhar (Mahasiswa Universitas Padjadjaran)

Hilman Maulana, ST. (Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjiniring, Pusat Penelitian Teh dan Kina)

 

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Perindustrian. 2010. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 75/M-IND/PER/7/2010 Tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices). Menteri Perindustrian RI. Jakarta.

 

 


Post Terkait

  • Winnower Salah Satu Solusi Dalam Masalah Sortasi

    Tanggal : 20 May 2019 11:42:00 Wib

    Perkembangan sektor industri yang semakin maju, serta semakin ketatnya persaingan di dunia industri maka perusahaan dituntut untuk menerapkan sistem yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Untuk menerapkan sistem yang baik maka harus diimbangi dengan penggunaan teknologi pada proses produksi tersebut.


  • Oksidasi Enzimatis, Titik Kritis Kualitas Teh Hitam

    Tanggal : 06 May 2019 09:31:00 Wib

    Teh hitam dihasilkan dari pucuk daun tanaman teh (Camellia sinensis) yang memiliki kandungan tanin/katekin, flavanol, alkaloid, vitamin, dan mineral lainnya. Salah satu keistimewaan teh hitam adalah proses fermentasi secara penuh pada proses pengolahannya. Uniknya, Fermentasi pada daun teh tidak menggunakan mikroba sebagai sumber enzim, tetapi menggunakan enzim polyphenol oksidase yang terdapat pada daun teh itu sendiri. Jika daun teh diremas, maka enzim ini akan keluar dan bereaksi dengan polifenol dan oksigen membentuk polifenol yang teroksidasi. Aktivitas enzim sangat berperan untuk membentuk pigmen theaflavin dan thearubigin.


  • Empoasca, Si Kecil yang “Merepotkan”

    Tanggal : 08 Apr 2019 09:31:14 Wib

    Teh merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, dalam proses budidaya tanaman teh, keberadaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses produksi tanaman teh dalam menghasilkan pucuk yang akan dipanen. Salah satu hama utama pada tanaman teh adalah Empoasca sp. Pada awalnya Empoasca sp. bukanlah hama utama tanaman teh namun, hama utama tanaman kapas. Empoasca sp. juga dikenal dengan sebutan Wereng Pucuk Teh (WPT). Selain di Indonesia, WPT juga merupakan hama utama tanaman teh di India dan Jepang.


  • Kina, Apa Kabarnya ?

    Tanggal : 18 Mar 2019 10:39:00 Wib

    Pada mulanya, Kina tumbuh di sepanjang gunung Andes dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Sentra produksi kina di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Berdasarkan daerah asalnya, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 meter diatas permukaan laut (mdpl). Di Indonesia tanaman ini biasanya ditanam pada ketinggian 800 - 2.000 mdpl.


  • Kina: Karunia Nusantara

    Tanggal : 05 Mar 2019 09:59:18 Wib

    Konon kina disebut pohon ajaib karena berfungsi sebagai penawar penyakit malaria yang kala itu mewabah dan memakan banyak korban. Kina memang bukan tanaman asli Indonesia. Namun, Indonesia yang dulu bernama Hindia Belanda pernah menjadi salah satu sumber kina terbesar serta menguasai 90% pasar kina dunia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes, meliputi Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Masa penjajahan Belanda menjadi awal masuk tanaman kina berkat usul Reinwart, Junghuhn, serta Mulder.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.