Pentingnya Good Manufacturing Practices (GMP) di Pabrik Pengolahan Teh

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 22 Apr 2019 10:25 Wib | Dibaca : 639 | Kategori : Artikel


Sumber : Pusat Penelitian Teh dan Kina

Teh merupakan salah satu produk pangan yang menyegarkan dan memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti terhindar dari obesitas. (Hartoyo, 2003). Dibalik produk teh yang berkualitas, terdapat Good Manufacturing Practices (GMP). Menurut Peraturan Menteri Perindustrian RI (2010), GMP merupakan pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi Pangan Olahan agar aman, bermutu, dan layak untuk dikonsumsi (Permenperin, 2010).

GMP memiliki 18 ruang lingkup yang diterapkan dalam industri pengolahan pangan, yaitu lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, mesin dan peralatan, bahan, pengawasan proses, produk akhir, laboratorium, karyawan, pengemasan, label dan keterangan produk, penyimpanan, pemeliharaan dan program sanitasi, pengangkutan, dokumentasi dan pencatatan, manajemen dan pengawasan, penarikan produk, serta pelaksanaan pedoman. 

Sumber : Pusat Penelitian Teh dan Kina

Lokasi dan bangunan pabrik pengolahan teh harus memperhatikan beberapa aspek penting tata ruang seperti jenis lantai, bahan bangunan untuk dinding, atap dan langit-langit, pintu, jendela dan saluran ventilasi. Fasilitas pendukung lainnya adalah fasilitas sanitasi berupa sarana penyediaan air, pembuangan air dan limbah, toilet, dan sarana hygiene karyawan.

Tidak terbatas sampai di situ, tata letak peralatan, pengawasan dan pemantauan peralatan serta wadah untuk sampah dan bahan berbahaya juga harus dilengkapi sebagai syarat GMP. Aspek lain yang tidak kalah penting adalah pencatatan kegatan yang berlangsung selama proses pengolahan. Pencatatan ini penting dilakukan untuk dapat melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan yang telah dilakukan.

Penerapan GMP bertujuan untuk memastikan bahwa produk pangan aman, bermutu, dan layak di konsumsi. Sanitasi merupakan slah satu komponen penting yang harus diperhatikan pada setiap proses pengolahan. Selain berhubungan dengan keamanan pangan, sanitasi lingkungan juga dapat mengurangi faktor-faktor yang menghambat proses pengolahan. Tidak hanya di lingkungan sekitar bangunan pengolahan, terlebih lagi kebersihan lingkungan di dalam ruangan.

Aspek pengetahuan karyawan terhadap GMP juga memegang peranan penting untuk keberlangsungan GMP pada proses pengolahan teh. Bagaimanapun, karyawan adalah orang yang berkecimpung langsung dalam proses pengolahan teh. Oleh karena itu, pelatihan khusus mengenai hygiene dan sanitasi kepada karyawan perlu dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa hygiene dan sanitasi penting untuk diterapkan di lingkungan produksi. Pelaksanaan GMP dapat terlaksana atas kerjasama seluruh pihak terkait dan diperlukan komitmen yang kuat agar GMP dapat terlaksana secara berkelanjutan.

 

Disusun oleh :

Nurul Husna Azhar (Mahasiswa Universitas Padjadjaran)

Hilman Maulana, ST. (Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjiniring, Pusat Penelitian Teh dan Kina)

 

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Perindustrian. 2010. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 75/M-IND/PER/7/2010 Tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices). Menteri Perindustrian RI. Jakarta.

 

 


Post Terkait

  • Kebutuhan Unsur Hara Nitrogen Pada Tanaman Teh

    Tanggal : 12 Aug 2019 10:50:00 Wib

    Kesuburan tanah pada berbagai lahan pertanaman teh bervariasi sesuai dengan jenis tanah (kesuburan potensial) dan kadar hara yang tersedia pada lapisan atas / solum (kesuburan aktual) tanah. Kesuburan potensial dan aktual tanah setiap blok kebun berbeda-beda, sehingga kemampuan tanah menyediakan hara bagi tanaman juga berbeda-beda.


  • Pemetikan Halus Pada Tanaman Teh, Apakah Itu?

    Tanggal : 29 Jul 2019 10:45:00 Wib

    Pemetikan merupakan kegiatan pengambilan atau pemungutan bagian tanaman teh berupa pucuk dan juga daun-daun muda yang sudah memenuhi ketentuan dan berada pada bidang petik (Santoso et al, 2006). Pemetikan dilakukan sebagai usaha untuk membentuk kondisi tanaman teh agar mampu berproduksi tinggi secara berkesinambungan. Dalam hal ini mutu standar teh sangat bergantung pada jenis petikan, jenis petikan yang tepat atau sesuai akan menghasilkan mutu teh yang tinggi. Oleh karena itu, pemetikan yang dilakukan harus berdasarkan ketentuan-ketentuan sistem petikan dan syarat-syarat pengolahan yang berlaku.


  • Pemetikan Teh dengan Mesin Petik

    Tanggal : 15 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Tenaga pemetik merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam upaya menghasilkan produk teh yang berkualitas dengan kuantitas yang maksimal. Ketersediaan tenaga pemetik yang sesuai dengan rasio tenaga pemetik akan membantu dalam proses pencapaian target produksi yang telah ditetapkan.Menurut Deptan pada tahun 2007, peningkatan kualitas teh masih menghadapi beberapa tantangan dan kendala yang diantaranya adalah produktivitas tanaman yang belum optimal, meningkatnya biaya produksi sedangkan harga jual relatif rendah serta tingkat konsumsi teh di Indonesia yang masih rendah.


  • Penjaga Kualitas Teh

    Tanggal : 01 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Ayo nge-Teh !!! Tahukah Anda? Di era modern ini teh menjadi minuman paling banyak dikonsumsi setelah air mineral dan menjadi favorit semua kalangan masyarakat. Teh kerap kali ditemukan di berbagai tempat makan dan dapat dinikmati secara gratis. Teh merupakan sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih (Lelita Dea Ira et al., 2018).


  • Purple Tea, Teh Jenis Baru yang Memiliki Segudang Manfaat

    Tanggal : 17 Jun 2019 10:00:00 Wib

    Mutasi genetik dapat menyebabkan perubahan pada tanaman, seperti perubahan fisiologi dan morfologi tanaman. Salah satu hasil mutasi genetik pada tanaman teh adalah jenis purple tea. Purple tea merupakan jenis teh baru yang mulai berkembang di Indonesia. Penampakan daun purple tea lebih gelap jika dibandingkan daun teh pada umummnya. Negara Kenya sudah mengembangkan kultivar dari purple tea yang bernama TRFK 306/1 selama 25 tahun.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.