Winnower Salah Satu Solusi Dalam Masalah Sortasi

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 20 May 2019 11:42 Wib | Dibaca : 316 | Kategori : Artikel


Perkembangan sektor industri yang semakin maju, serta semakin ketatnya persaingan di dunia industri maka perusahaan dituntut untuk menerapkan sistem yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Untuk menerapkan sistem yang baik maka harus diimbangi dengan penggunaan teknologi pada proses produksi tersebut. Teknologi otomasi dapat menjamin kualitas produk yang dihasilkan, meminimasi waktu produksi, peningkatan keamanan kerja dan tingkat akurasi yang tinggi dengan tenaga kerja manusia yang lebih sedikit dan mengurangi biaya tenaga kerja manusia (Anshori Muhammad, et al., 2016)

Pada proses sortasi dan pembagian grade pada teh harus dilakukan dengan teliti agar mutu yang dihasilkan menjadi baik. Saat ini proses sortasi dan grading di pabrik pengolahan masih melibatkan banyak tenaga kerja. Hal tersebut meningkatkan resiko human error sehingga proses sortasi dan grading menjadi kurang sempurna.

Hasil dari stasiun kerja sortasi adalah data jumlah berat teh berdasarkan mutu. Jumlah berat teh tersebut akan dibandingkan dengan permintaan atau dengan target produksi per hari untuk mengontrol pencapaian produksi teh berdasarkan mutu. Pada tahap akhir, akan dilakukan pengambilan keputusan apakah bubuk teh tersebut harus dilakukan sortasi ulang sehingga target produksi dapat tercapai sesuai permintaan tiap jenis mutu teh.

Winnower merupakan alat mesin pertanian yang memiliki fungsi untuk menyortir hasi panen yang memanfaatkan dari tiupan angin yang memisahkan hasil panen berdasarkan massa atau berat hasil panen itu sendiri. Menurut Juran (1992), sortasi kering merupakan kegiatan pengelompokan teh jadi kedalam jenis – jenis mutu dengan bentuk dan ukuran yang spesifikasinya sesuai dengan standar teh hijau. Tujuan dari sortasi ini adalah untuk memisahkan bubuk teh kering berdasarkan tipe atau jenis mutunya.

Winnower berperan penting dalam proses produksi teh pada tahapan sortasi yang dimana memisahkan  teh dari batang daun teh itu sendiri. Penggunaan alat winnower berfungsi untuk memisahkan benda sesuai berat benda dan memisahkan dari debu atau hal yang tidak.

Prinsip kerja winnower sendiri memisahkan daun teh kering dari debu yang menempel dan juga memisahkan daun teh kering berdasarkan massa atau berat daun teh kering sendiri dengan memanfaatkan hembusan angin yang berasal dari blower atau kipas angin.

Kelebihan dari alat winnower adalah 1) dapat menangani jagung, kacangan kacangan, gandum dan lain lain, 2) konsumsi listrik rendah, 3) efisiensi kerja yang tinggi, 4) struktur kompak, ringan, mudah untuk tetap dan bergerak. Namun, winnower juga memiliki kekurangan antara lain 1) harga yang masih relatif mahal, 2) operator perlu memahami cara penggunaan alat, dan 3) kecepatan angin pada setiap lubang winnower tidak stabil.

Penggunaan winnower dapat menjadi salahsatu solusi dalam proses sortasi menjadi lebih efisien dari sisi tenaga kerja, dan ketelitian hasil sortasi. Meskipun penggunaan alat ini masih perlu penyempurnaan lebih lanjut khususnya dalam aplikasi sortasi di pabrik pengolahan the.

Disusun Oleh :

Fahmi Sidik Amirul Hakim Setiawan (Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Jendral Soedirman)

Sugeng Harianto, STP. (Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjiniring, Pusat Penelitian Teh dan Kina)

Daftar Pustaka

Anshori Muhammad. (2016) Perancangan Sistem Conveyor Antar Mesin DiStasiun Kerja Sortasi Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Metode Perancangan Produk Rasional Dan SCADA Di PTPN VIII Rancabali

Juran, J. M. 1992. Merancang Mutu 1 dan 2. PT. Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta.


Post Terkait

  • Oksidasi Enzimatis, Titik Kritis Kualitas Teh Hitam

    Tanggal : 06 May 2019 09:31:00 Wib

    Teh hitam dihasilkan dari pucuk daun tanaman teh (Camellia sinensis) yang memiliki kandungan tanin/katekin, flavanol, alkaloid, vitamin, dan mineral lainnya. Salah satu keistimewaan teh hitam adalah proses fermentasi secara penuh pada proses pengolahannya. Uniknya, Fermentasi pada daun teh tidak menggunakan mikroba sebagai sumber enzim, tetapi menggunakan enzim polyphenol oksidase yang terdapat pada daun teh itu sendiri. Jika daun teh diremas, maka enzim ini akan keluar dan bereaksi dengan polifenol dan oksigen membentuk polifenol yang teroksidasi. Aktivitas enzim sangat berperan untuk membentuk pigmen theaflavin dan thearubigin.


  • Pentingnya Good Manufacturing Practices (GMP) di Pabrik Pengolahan Teh

    Tanggal : 22 Apr 2019 10:25:00 Wib

    Teh merupakan salah satu produk pangan yang menyegarkan dan memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti terhindar dari obesitas. (Hartoyo, 2003). Dibalik produk teh yang berkualitas, terdapat Good Manufacturing Practices (GMP). Menurut Peraturan Menteri Perindustrian RI (2010), GMP merupakan pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi Pangan Olahan agar aman, bermutu, dan layak untuk dikonsumsi (Permenperin, 2010).


  • Empoasca, Si Kecil yang “Merepotkan”

    Tanggal : 08 Apr 2019 09:31:14 Wib

    Teh merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, dalam proses budidaya tanaman teh, keberadaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses produksi tanaman teh dalam menghasilkan pucuk yang akan dipanen. Salah satu hama utama pada tanaman teh adalah Empoasca sp. Pada awalnya Empoasca sp. bukanlah hama utama tanaman teh namun, hama utama tanaman kapas. Empoasca sp. juga dikenal dengan sebutan Wereng Pucuk Teh (WPT). Selain di Indonesia, WPT juga merupakan hama utama tanaman teh di India dan Jepang.


  • Kina, Apa Kabarnya ?

    Tanggal : 18 Mar 2019 10:39:00 Wib

    Pada mulanya, Kina tumbuh di sepanjang gunung Andes dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Sentra produksi kina di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Berdasarkan daerah asalnya, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 meter diatas permukaan laut (mdpl). Di Indonesia tanaman ini biasanya ditanam pada ketinggian 800 - 2.000 mdpl.


  • Kina: Karunia Nusantara

    Tanggal : 05 Mar 2019 09:59:18 Wib

    Konon kina disebut pohon ajaib karena berfungsi sebagai penawar penyakit malaria yang kala itu mewabah dan memakan banyak korban. Kina memang bukan tanaman asli Indonesia. Namun, Indonesia yang dulu bernama Hindia Belanda pernah menjadi salah satu sumber kina terbesar serta menguasai 90% pasar kina dunia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes, meliputi Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Masa penjajahan Belanda menjadi awal masuk tanaman kina berkat usul Reinwart, Junghuhn, serta Mulder.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.