Workshop Statistik Hasil Pengolahan Perusahaan Perkebunan

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 02 Aug 2019 11:00 Wib | Dibaca : 767 | Kategori : Berita


Pada Selasa, 30 Juli 2019, Pusat Penelitian Teh dan Kina melalui perwakilannya berkesempatan mengikuti workshop Statistik Hasil Pengolahan Perusahaan Perkebunan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat. Workshop dilaksanakan di Hotel Aston Pasteur. Workshop ini dibuka langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Ir. Dody Herlando, M.Econ dengan mengusung tema “Sinergi Antar Stakeholder adalah Energi Menuju Satu Data Perkebunan Indonesia”.

Kegiatan ini merupakan program aksi dari diterbitkannya Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia pada 12 Juni 2019 lalu. Narasumber berkompeten yang dihadirkan berasal dari berbagai lintas stakeholder perkebunan, seperti Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jawa Barat, Ir. Dody Firman Nugraha; Perusahaan Perkebunan PTPN VIII, Ir. Dede Kusdiman, dan Gabungan Asosiasi Perusahaan Perkebunan, RHS Slamet Bangsadikusumah. Peserta workshop sebanyak 120 orang yang berasal dari berbagai instansi, seperti BPS Kab/Kota, Dinas Kab/Kota, dan Instansi dan Perusahaaan Perkebunan di Wilayah Prov. Jawa Barat.

Melalui workshop ini diharapkan dihasilkan persamaan persepsi dalam sinergi satu data perkebunan Indonesia khususnya di Wilayah Provinsi Jawa Barat melalui prinsip satu standar data, metadata yang jelas, dan satu interoperabilitas data perkebunan. Untuk melakukan pengembangan statistik tanaman perkebunan melalui satu data perkebunan Indonesia, maka perlu dilakukan melalui penyempurnaan aplikasi pengolahan data survei perusahaan perkebunan berbasis web. Selain itu, pengembangan metodologi survey berbasis RT melalui survey komoditas strategis, pembinaan perusahaan perkebunan melalui workshop perusahaan, dan melakukan sinkronisasi angka tetap perkebunan. Meskipun sumbangan sektor pertanian terhadap PDB nasional berada diurutan ketiga setelah industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran, namun sub-sektor perkebunan memberikan sumbangan terbesar pada PDB sektor pertanian secara nasional yaitu sebesar 35%. Sementara itu, komoditas teh berada pada posisi ke 6 dari 7 komoditas dengan share 80% terhadap PDB sub sektor perkebunan. Yang tak kalah penting adalah kontribusi peran sub sektor perkebunan dalam aspek lingkungan, sosial, budaya, dan sejarah bangsa yang saat ini sedang mengalami ancaman dalam kepastian hukum dalam keberlanjutan pengelolaan usaha perkebunan. Oleh karena itu, melalui workshop ini diharapkan program satu data perkebunan Indonesia dapat segera terwujud.

Kontributor: K. Sita


Post Terkait

  • Kunjungan Kerja Panitia Khusus (PANSUS) VIII Provinsi Jawa Barat Ke KP. PAsir Sarongge, Pusat Penelitian Teh dan Kina

    Tanggal : 22 Jun 2020 09:41:03 Wib

    Panitia Khusus (pansus) VIII DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) di Kampung Pasir Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur pada Senin (15/06/2020).


  • MERAIH BERKAH DI TENGAH WABAH

    Tanggal : 21 May 2020 04:06:46 Wib

    Dibulan Suci Ramadhan 1441 H/2020 M, yaitu pada tanggal 19 Mei 2020 / 26 Ramadhan 1441H PPTK melaksanakan kegiatan santunan kepada Lansia Purnakaryawan PPTK dan fakir miskin di lingkup wilayah PPTK Gambung. Santunan ini bersumber dari penggalangan dana yang dilakukan Keluarga Islam (KI) dan Persatuan Isteri Karyawan dan Karyawati (PERISKA) PPTK Gambung kepada pihak-pihak baik itu diinternal PPTK (Direksi dan Karyawan) maupun donatur dari pihak luar PPTK. Untuk saat ini kegiatan yang rutin dilaksanakan rutin setiap tahunnya tersebut bertemakan “Meraih Berkah Di Tengah Wabah” bertujuan untuk saling membantu sesama khususnya bagi warga yang kurang mampu dan purnakaryawan yang sudah berusia lan


  • PPTK MENGAJAK INDUSTRI TEH MELAKUKAN CHARITEA

    Tanggal : 20 Apr 2020 10:00:00 Wib

    Bandung, Senin 20 April 2020 Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung melakukan Charity kepada Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sebagai Rumah Sakit rujukan penanganan pasien COVID 19. Charity ini dinamakan ChariTea karena bantuan ini mengusung produk teh. ChariTea ini dilakukan dengan mengirim teh jenis Teh Hitam yang diperuntukkan bagi tenaga medis sebagai garda terdepan. Teh hitam dipilih karena teh hitam merupakan teh yang diolah dari proses oksidasi enzimatis sehingga memiliki senyawa flavanoid dalam bentuk teaflavin yang berpotensi sebagai anti virus.


  • Pembahasan Kebijakan Pengembangan Teh Indonesia Bersama Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian

    Tanggal : 09 Mar 2020 08:30:00 Wib

    Pada Jumat, 6 Maret 2020 telah dilakukan pembahasan Kebijakan mengenai pengembangan Teh Nasional bersama Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) yang berlokasi di Pusat Penelitian Teh dan Kina. Pembahasan ini dilatar belakangi oleh fakta yang menunjukkan bahwa produksi teh Indonesia dalam beberapa tahun mengalami penurunan dengan permasalahan yang terjadi baik di on farm, off farm, lingkungan usaha dan pemasaran.


  • Rapat Koordinasi PT. Riset Perkebunan Nusantara 2020

    Tanggal : 29 Feb 2020 08:02:00 Wib

    Dalam mengawali program kerja pada tahun 2020 seluruh Pusat penelitian (Puslit) lingkup PT. Riset Perkebunan Nusantara (PT.RPN) telah melakukan Rapat Koordinasi untuk dapat mengoptimalkan dan menerapkan konsep korporasi sesuai dengan budaya di lingkup Holding perkebunan Nusantara. Dengan menerapkan konsep korporasi secara tepat, seluruh puslit lingkup PT. RPN yang terdiri dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Pusat Penelitian Karet (PPK), Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI), Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) diharapkan dapat memberikan


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.