Pemetikan Halus Pada Tanaman Teh, Apakah Itu?

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 29 Jul 2019 10:45 Wib | Dibaca : 50 | Kategori : Artikel


Pemetikan merupakan kegiatan pengambilan atau pemungutan bagian tanaman teh berupa pucuk dan juga daun-daun muda yang sudah memenuhi ketentuan dan berada pada bidang petik (Santoso et al, 2006). Pemetikan dilakukan sebagai usaha untuk membentuk kondisi tanaman teh agar mampu berproduksi tinggi secara berkesinambungan. Dalam hal ini mutu standar teh sangat bergantung pada jenis petikan, jenis petikan yang tepat atau sesuai akan menghasilkan mutu teh yang tinggi. Oleh karena itu, pemetikan yang dilakukan harus berdasarkan ketentuan-ketentuan sistem petikan dan syarat-syarat pengolahan yang berlaku.

Gambar 1. Pemetikan

Teknik pemetikan yang efektif adalah pemetikan yang dilakukan sesuai dan memenuhi standar analisis pucuk yang ditetapkan, yaitu pucuk yang memenuhi syarat (MS). Pucuk yang memenuhi syarat (MS) akan banyak dihasilkan melalui pemetikan halus, yaitu peko dengan satu daun ( p+1) dan burung dengan satu daun muda (b+1m), dan petikan medium yang terdiri dari  peko dengan dua daun muda (p+2m), peko dengan tiga daun muda (p+3m), burung dengan dua daun muda (b+2m), dan burung dengan tiga daun muda (b+3m). Pucuk yang dikehendaki ialah pucuk dengan komposisi 10% petikan halus, 70% petikan medium, dan 20% petikan kasar.

Pemetikan halus pada tanaman teh sangatlah penting untuk dilakukan, karena berpengaruh pada mutu teh jadi yang akan dihasilkan. Pemetikan pucuk yang terlalu muda akan menghasilkan mutu pucuk yang baik tetapi akan menghasilkan jumlah pucuk yang sedikit. Sebaliknya jika banyak memetik pucuk yang tua, akan mendapatkan hasil dengan jumlah yang banyak tetapi mutu pucuk menjadi rendah (Lelyana,  2011).

Pemetikan kasar dapat mengganggu kesehatan tanaman karena bagian kepel yang harusnya ditinggalkan ikut terpetik. Hal ini mengakibatkan regenerasi daun yang akan tumbuh untuk produksi selanjutnya menjadi terhambat. Selain itu, pucuk maupun daun-daun kasar yang terpetik akan mempengaruhi kualitas kerja mesin di pabrik. Ketika pemetikan dilakukan secara kasar akan mengikutsertakan daun tua dan atau bahkan batang tanaman pun ikut diolah pada mesin pengolahan. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya kesehatan mesin atau alat pengolahan di pabrik pengolahan.

Disusun oleh :

Meilin Roviana (Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung)

Erdiansyah Rezamela (Peneliti Agronomi Pusat Penelitian Teh dan Kina)

Daftar Pustaka:

Lelyana, Q. 2011. Studi Pengelolaan Pemetikan Pucuk Daun Teh (Camellia sinensis(L.)). Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Santoso, Joko., R. Suprihatini., W. Widayat., E. Johan., D.J. Rayati., dan A. Dharmadi.  2006. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Teh. Edisi ketiga. Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung. 187 hal.


Post Terkait

  • Kebutuhan Unsur Hara Nitrogen Pada Tanaman Teh

    Tanggal : 12 Aug 2019 10:50:00 Wib

    Kesuburan tanah pada berbagai lahan pertanaman teh bervariasi sesuai dengan jenis tanah (kesuburan potensial) dan kadar hara yang tersedia pada lapisan atas / solum (kesuburan aktual) tanah. Kesuburan potensial dan aktual tanah setiap blok kebun berbeda-beda, sehingga kemampuan tanah menyediakan hara bagi tanaman juga berbeda-beda.


  • Pemetikan Teh dengan Mesin Petik

    Tanggal : 15 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Tenaga pemetik merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam upaya menghasilkan produk teh yang berkualitas dengan kuantitas yang maksimal. Ketersediaan tenaga pemetik yang sesuai dengan rasio tenaga pemetik akan membantu dalam proses pencapaian target produksi yang telah ditetapkan.Menurut Deptan pada tahun 2007, peningkatan kualitas teh masih menghadapi beberapa tantangan dan kendala yang diantaranya adalah produktivitas tanaman yang belum optimal, meningkatnya biaya produksi sedangkan harga jual relatif rendah serta tingkat konsumsi teh di Indonesia yang masih rendah.


  • Penjaga Kualitas Teh

    Tanggal : 01 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Ayo nge-Teh !!! Tahukah Anda? Di era modern ini teh menjadi minuman paling banyak dikonsumsi setelah air mineral dan menjadi favorit semua kalangan masyarakat. Teh kerap kali ditemukan di berbagai tempat makan dan dapat dinikmati secara gratis. Teh merupakan sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih (Lelita Dea Ira et al., 2018).


  • Purple Tea, Teh Jenis Baru yang Memiliki Segudang Manfaat

    Tanggal : 17 Jun 2019 10:00:00 Wib

    Mutasi genetik dapat menyebabkan perubahan pada tanaman, seperti perubahan fisiologi dan morfologi tanaman. Salah satu hasil mutasi genetik pada tanaman teh adalah jenis purple tea. Purple tea merupakan jenis teh baru yang mulai berkembang di Indonesia. Penampakan daun purple tea lebih gelap jika dibandingkan daun teh pada umummnya. Negara Kenya sudah mengembangkan kultivar dari purple tea yang bernama TRFK 306/1 selama 25 tahun.


  • Winnower Salah Satu Solusi Dalam Masalah Sortasi

    Tanggal : 20 May 2019 11:42:00 Wib

    Perkembangan sektor industri yang semakin maju, serta semakin ketatnya persaingan di dunia industri maka perusahaan dituntut untuk menerapkan sistem yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Untuk menerapkan sistem yang baik maka harus diimbangi dengan penggunaan teknologi pada proses produksi tersebut.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.