Kebutuhan Unsur Hara Nitrogen Pada Tanaman Teh

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 12 Aug 2019 10:50 Wib | Dibaca : 1741 | Kategori : Artikel


Kesuburan tanah pada berbagai lahan pertanaman teh bervariasi sesuai dengan jenis tanah (kesuburan potensial) dan kadar hara yang tersedia pada lapisan atas / solum (kesuburan aktual) tanah. Kesuburan potensial dan aktual tanah setiap blok kebun berbeda-beda, sehingga kemampuan tanah menyediakan hara bagi tanaman juga berbeda-beda.

Kesuburan aktual tanah dapat dilihat dari hasil analisis tanah masing-masing blok kebun. Hara makro N, P, K, Mg diberbagai blok kebun sangat bervariasi dari rendah sampai tinggi, perbedaan ini akan me­nye­bab­kan dosis baku yang berbeda (Rekomendasi pemupukan, 2019).

Pemupukan dilakukan untuk mempertahankan dan memperbaiki kesuburan tanah. Sertameningkatkan produksi tanaman. Namun, karena biaya pemupukan yang cukup tinggi, maka aplikasi pupuk bagi tanaman teh perlu dilakukan secara efektif dan efisien. Pemupukan harus memenuhi kaidah lima tepat yaitu tepat dosis, tepat jenis, tepat cara, tepat waktu, dan tepat formula agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Di antara berbagai hara utama, unsur nitrogen (N) adalah yang paling banyak digunakan. Nitrogen berperan sebagai penyusun Klorofil (hijau daun), protoplasma, protein, dan asam amino. Kekurangan N dapat menyebabkan terhentinya pertumbuhan. Di sisi lain, unsur hara N menjadi unsur hara yang mudah hilang, mudah tercuci, menguap, dan hanyut terbawa hujan. Kehilangan unsur N terbanyak terjadi akibat aliran limpasan terutama pada lahan miring sampai sangat miring. Gejala kekurangan N dapat dilihat pada daun muda atau pucuk berwarna kuning pucat (pale) merata di seluruh lembar daun, tangkai daun, serta bagian cabang termuda. Unsur N memberikan pengaruh cepat dan nyata terhadap hasil pucuk. Oleh karena itu, kekurangan N dapat menyebabkan produksi teh sangat menurun (Rekomendasi pemupukan, 2018).

Pusat penelitian Teh dan Kina merupakan salah satu lembaga yang secara rutin memberikan rekomendasi untuk pelaksaan pemupukan di perkebunan teh. Namun, sebelum dilakukan pemupukan idealnya dilakukan pengujian sampel daun dan tanah untuk menentukan dosis pupuk yang akan diaplikasikan.

Gambar 1. Alur kerja penentuan dosis pupuk

Pengambilan sampel daun dilaksanakan dengan cara mengambil contoh sampel daun indung daun dari unit dengan luas 2 ha dari satu blok kebun (15 – 20 ha). Daun diambil dengan cara diacak dan merata dari 60 perdu dengan arah secara zig-zag, cross, diagonal, atau gergaji). Dari perdu yang terpilih diambil daun indung yang sehat dan tidak terdapat bekas serangan hama dan penyakit. Apabila perdu berasal dari tanaman biji (seddling) perlu diberi tanda khusus agar setiap pengambilan sampel dilakukan pada perdu yang sama.

Gambar 2 . Contoh pengambilan sampel daun

Sementara itu, pengambilan contoh sampel tanah dilakukan dengan menggunakan bor kesuburan. Unit sampel ditentukan dengan unit rekomendasi terkecil adalah blok kebun dengan luas 15 – 20 ha. Untuk satu unit rekomendasi dipilih areal unit sampel seluas 2 ha sebagai tempat pengambilan sampel tanah/daun sebagai pewakil. Satu hamparan di dalam satu unit yang tidak dipisahkan jalan atau teras tinggi dan unit sampel diambil 10 m dari tepi jalan.

Sampel daun dan sampel tanah yang telah diambil kemudian dikirmkan ke PPTK untuk dianalisis di laboratorium. Hasil analisis tersebut dijadikan dasar untuk menentukan dosis puupuk. Pada dasarnya penentuan dosis pupuk untuk tanaman menghasilkan terbagi menjadi tiga, yaitu dosis minimal, dosis optimal dan dosis maksimal.

Disusun oleh :

Thesya Pratiwi (Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Eko Pranoto (Peneliti Tanah dan Nutrisi Tanaman Pusat Penelitian Teh dan Kina)

DAFTAR PUSTAKA

PPTK Gambung. 2018. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Teh. Pusat   Penelitian Teh dan Kina Gambung.Bandung.

PPTK Gambung. 2019. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Teh. Pusat   Penelitian Teh dan Kina Gambung.Bandung.

Wibowo, Z. S. 1990. Rasionalisasi Pemupukan Tanaman Teh Dalam Rangk Peningkatan Produksi dan Penghapusan Subsidi Pupuk. Pusat Penelitian     Teh dan Kina. Gambung. 23 hal


Post Terkait

  • MANFAAT MINUM TEH SAAT BERBUKA PUASA DAN SAHUR

    Tanggal : 29 Apr 2020 10:00:00 Wib

    Salah satu ketakutan kebanyakan orang untuk mengkonsumsi teh saat berbuka puasa maupun sahur adalah teh bersifat diuretik. Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Dadan Rohdiana mengatakan teh mengandung senyawa alkaloid berupa kafein yang mempunyai efek diuretik, meningkatkan volume urin sehingga sering keluar masuk toilet. “Namun jangan khawatir, kafein yang ada dalam seduhan teh tidak sendirian. Kafein di dalam seduhan teh dibarengi juga dengan adanya flavonoid yang mempunyai segudang manfaat,” ujarnya, Selasa (28/4/2020).


  • Benarkah Chloroquine Efektif sebagai Antivirus COVID-19?

    Tanggal : 14 Mar 2020 10:00:00 Wib

    Kejadian virus Corona pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada tangal 12 Desember 2019. Virus Corona 2019. Sebelumnya virus tersebut bernama SARS-Cov-2 lalu menjadi Novel corona virus (2019-nCoV), kemudian ditetapakan oleh WHO menjadi COVID-19, dalam jangka 4 bulan (sejak Desember 2019 hingga Maret 2020). Penyebaran virus Corona telah menjangkau berbagai negara di penjuru dunia. Penelitian yang dilakukan oleh Peng Zhou dkk. yang dipublikasikan pada jurnal Ilmiah Nature melaporkan bahwa COVID-19 memiliki kemiripan pada seluruh genom dengan Corona virus yang terdapat pada kelelawar dengan tingkat kemiripan 96%.


  • Aktivitas Senyawa Metabolit Sekunder Pada Kina (Cinchona sp.) dan Manfaatnya

    Tanggal : 28 Feb 2020 14:00:00 Wib

    Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1854 berasal dari Bolivia. Tanaman kina (Cinchona sp.) telah dikenal manusia sejak zaman dahulu dan pertama kali ditemukan oleh bangsa Indian Peru sebagai obat demam, karena tanaman ini mengandung alkaloid quinoline pada kulit batangnya (Riyadi dan Tahardi, 2005). Spesies kina yang banyak di budidayakan di Indonesia yaitu C. succirubra (kina succi) , C. ledgriana (kina ledger) dan C. calisaya (kina kalisaya). Klon-klon unggul dari tanaman kina antara lain: Cib


  • Repurposing Drug –Tanaman Kina Antimalaria untuk Antivirus

    Tanggal : 30 Jan 2020 09:00:00 Wib

    Dipatiukur, Bandung. Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Dadan Rohdiana melakukan kunjungan ke Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran menemui Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si, Apt. terkait dengan informasi klorokuin yang merupakan analog kuinin sebagai obat malaria namun memiliki kemampuan sebagai obat antivirus Corinavirus Disease (COVID-19). Dalam pertemuannya, Dr. Rohdiana mengangkat mengenai tanaman Kina yang bisa menjadi bahan baku penunjang antivirus tersebut.


  • Rantai Pemasaran Produk Teh Gamboeng

    Tanggal : 05 Jan 2020 10:00:00 Wib

    Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) merupakan lembaga research dan profit center yang bergerak pada komoditas teh dan kina. Dalam dinamika perjalanan bisnisnya, aspek pemasaran masih menjadi tantangan bisnis sampai saat ini. Philip Kotler and Kevin Lane Keller (2007) mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.