Kebutuhan Unsur Hara Nitrogen Pada Tanaman Teh

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 12 Aug 2019 10:50 Wib | Dibaca : 794 | Kategori : Artikel


Kesuburan tanah pada berbagai lahan pertanaman teh bervariasi sesuai dengan jenis tanah (kesuburan potensial) dan kadar hara yang tersedia pada lapisan atas / solum (kesuburan aktual) tanah. Kesuburan potensial dan aktual tanah setiap blok kebun berbeda-beda, sehingga kemampuan tanah menyediakan hara bagi tanaman juga berbeda-beda.

Kesuburan aktual tanah dapat dilihat dari hasil analisis tanah masing-masing blok kebun. Hara makro N, P, K, Mg diberbagai blok kebun sangat bervariasi dari rendah sampai tinggi, perbedaan ini akan me­nye­bab­kan dosis baku yang berbeda (Rekomendasi pemupukan, 2019).

Pemupukan dilakukan untuk mempertahankan dan memperbaiki kesuburan tanah. Sertameningkatkan produksi tanaman. Namun, karena biaya pemupukan yang cukup tinggi, maka aplikasi pupuk bagi tanaman teh perlu dilakukan secara efektif dan efisien. Pemupukan harus memenuhi kaidah lima tepat yaitu tepat dosis, tepat jenis, tepat cara, tepat waktu, dan tepat formula agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Di antara berbagai hara utama, unsur nitrogen (N) adalah yang paling banyak digunakan. Nitrogen berperan sebagai penyusun Klorofil (hijau daun), protoplasma, protein, dan asam amino. Kekurangan N dapat menyebabkan terhentinya pertumbuhan. Di sisi lain, unsur hara N menjadi unsur hara yang mudah hilang, mudah tercuci, menguap, dan hanyut terbawa hujan. Kehilangan unsur N terbanyak terjadi akibat aliran limpasan terutama pada lahan miring sampai sangat miring. Gejala kekurangan N dapat dilihat pada daun muda atau pucuk berwarna kuning pucat (pale) merata di seluruh lembar daun, tangkai daun, serta bagian cabang termuda. Unsur N memberikan pengaruh cepat dan nyata terhadap hasil pucuk. Oleh karena itu, kekurangan N dapat menyebabkan produksi teh sangat menurun (Rekomendasi pemupukan, 2018).

Pusat penelitian Teh dan Kina merupakan salah satu lembaga yang secara rutin memberikan rekomendasi untuk pelaksaan pemupukan di perkebunan teh. Namun, sebelum dilakukan pemupukan idealnya dilakukan pengujian sampel daun dan tanah untuk menentukan dosis pupuk yang akan diaplikasikan.

Gambar 1. Alur kerja penentuan dosis pupuk

Pengambilan sampel daun dilaksanakan dengan cara mengambil contoh sampel daun indung daun dari unit dengan luas 2 ha dari satu blok kebun (15 – 20 ha). Daun diambil dengan cara diacak dan merata dari 60 perdu dengan arah secara zig-zag, cross, diagonal, atau gergaji). Dari perdu yang terpilih diambil daun indung yang sehat dan tidak terdapat bekas serangan hama dan penyakit. Apabila perdu berasal dari tanaman biji (seddling) perlu diberi tanda khusus agar setiap pengambilan sampel dilakukan pada perdu yang sama.

Gambar 2 . Contoh pengambilan sampel daun

Sementara itu, pengambilan contoh sampel tanah dilakukan dengan menggunakan bor kesuburan. Unit sampel ditentukan dengan unit rekomendasi terkecil adalah blok kebun dengan luas 15 – 20 ha. Untuk satu unit rekomendasi dipilih areal unit sampel seluas 2 ha sebagai tempat pengambilan sampel tanah/daun sebagai pewakil. Satu hamparan di dalam satu unit yang tidak dipisahkan jalan atau teras tinggi dan unit sampel diambil 10 m dari tepi jalan.

Sampel daun dan sampel tanah yang telah diambil kemudian dikirmkan ke PPTK untuk dianalisis di laboratorium. Hasil analisis tersebut dijadikan dasar untuk menentukan dosis puupuk. Pada dasarnya penentuan dosis pupuk untuk tanaman menghasilkan terbagi menjadi tiga, yaitu dosis minimal, dosis optimal dan dosis maksimal.

Disusun oleh :

Thesya Pratiwi (Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Eko Pranoto (Peneliti Tanah dan Nutrisi Tanaman Pusat Penelitian Teh dan Kina)

DAFTAR PUSTAKA

PPTK Gambung. 2018. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Teh. Pusat   Penelitian Teh dan Kina Gambung.Bandung.

PPTK Gambung. 2019. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Teh. Pusat   Penelitian Teh dan Kina Gambung.Bandung.

Wibowo, Z. S. 1990. Rasionalisasi Pemupukan Tanaman Teh Dalam Rangk Peningkatan Produksi dan Penghapusan Subsidi Pupuk. Pusat Penelitian     Teh dan Kina. Gambung. 23 hal


Post Terkait

  • Pemetikan Halus Pada Tanaman Teh, Apakah Itu?

    Tanggal : 29 Jul 2019 10:45:00 Wib

    Pemetikan merupakan kegiatan pengambilan atau pemungutan bagian tanaman teh berupa pucuk dan juga daun-daun muda yang sudah memenuhi ketentuan dan berada pada bidang petik (Santoso et al, 2006). Pemetikan dilakukan sebagai usaha untuk membentuk kondisi tanaman teh agar mampu berproduksi tinggi secara berkesinambungan. Dalam hal ini mutu standar teh sangat bergantung pada jenis petikan, jenis petikan yang tepat atau sesuai akan menghasilkan mutu teh yang tinggi. Oleh karena itu, pemetikan yang dilakukan harus berdasarkan ketentuan-ketentuan sistem petikan dan syarat-syarat pengolahan yang berlaku.


  • Pemetikan Teh dengan Mesin Petik

    Tanggal : 15 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Tenaga pemetik merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam upaya menghasilkan produk teh yang berkualitas dengan kuantitas yang maksimal. Ketersediaan tenaga pemetik yang sesuai dengan rasio tenaga pemetik akan membantu dalam proses pencapaian target produksi yang telah ditetapkan.Menurut Deptan pada tahun 2007, peningkatan kualitas teh masih menghadapi beberapa tantangan dan kendala yang diantaranya adalah produktivitas tanaman yang belum optimal, meningkatnya biaya produksi sedangkan harga jual relatif rendah serta tingkat konsumsi teh di Indonesia yang masih rendah.


  • Penjaga Kualitas Teh

    Tanggal : 01 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Ayo nge-Teh !!! Tahukah Anda? Di era modern ini teh menjadi minuman paling banyak dikonsumsi setelah air mineral dan menjadi favorit semua kalangan masyarakat. Teh kerap kali ditemukan di berbagai tempat makan dan dapat dinikmati secara gratis. Teh merupakan sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih (Lelita Dea Ira et al., 2018).


  • Purple Tea, Teh Jenis Baru yang Memiliki Segudang Manfaat

    Tanggal : 17 Jun 2019 10:00:00 Wib

    Mutasi genetik dapat menyebabkan perubahan pada tanaman, seperti perubahan fisiologi dan morfologi tanaman. Salah satu hasil mutasi genetik pada tanaman teh adalah jenis purple tea. Purple tea merupakan jenis teh baru yang mulai berkembang di Indonesia. Penampakan daun purple tea lebih gelap jika dibandingkan daun teh pada umummnya. Negara Kenya sudah mengembangkan kultivar dari purple tea yang bernama TRFK 306/1 selama 25 tahun.


  • Winnower Salah Satu Solusi Dalam Masalah Sortasi

    Tanggal : 20 May 2019 11:42:00 Wib

    Perkembangan sektor industri yang semakin maju, serta semakin ketatnya persaingan di dunia industri maka perusahaan dituntut untuk menerapkan sistem yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Untuk menerapkan sistem yang baik maka harus diimbangi dengan penggunaan teknologi pada proses produksi tersebut.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.