Metode Analisis Pucuk untuk Menilai Kualitas Pucuk Teh

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 07 Oct 2019 08:00 Wib | Dibaca : 343 | Kategori : Artikel


Gambar 1. Pucuk Teh (Dokumentasi Pribadi)

Teh (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang diperdagangkan di dunia. Seiring dengan meningkatnya persaingan perdagangan teh, produsen dituntut untuk menghasilkan teh yang berkualitas dengan kuantitas yang stabil. Salah satu metode yang umum digunakan di perkebunan teh untuk menentukan kualitas pucuk adalah dengan cara analisis pucuk. Analisis pucuk bertujuan untuk mengetahui dan menentukan kualitas pucuk teh yang memenuhi syarat (MS) olah.

Analisis pucuk merupakan proses pengelompokan hasil petikan kedalam kategori petika halus dan petikan kasar. Petikan halus meliputi pucuk muda, lembar muda, dan rusak muda. Petikan kasar meliputi pucuk tua, lembar tua, rusak tua, hama penyakit, dan tangkai. Untuk mengetahui dasar pendugaan mutu olahan teh yang dihasilkan, hasil analisis pucuk dinyatakan dalam persen. Penting juga diketahui bahwa kegiatan analisa pucuk selain untuk menilai kondisi pucuk yang akan diolah juga dapat mengetahui kinerja mandor dan menentukan harga petikan yang dibayarkan kepada pemetik. Berikut ini adalah cara analisis pucuk:

  • Contoh pucuk diambil dari waring yang baru tiba dari kebun sebanyak segenggam diletakkan pada keranjang yang sudah diberi label nama masing-masing mandor kebun.
  • Masing-masing blok diambil sekitar 10% dari setiap waring untuk contoh pucuk yang dibawa oleh truk
  • Sampel pucuk dikumpulkan, kemudian dicampur merata dan diambil 1 kg.
  • Sampel pucuk kemudian ditimbang 200 g untuk dianalisis.
  • Sampel pucuk 200 g tersebut satu per satu dipisahkan bagian muda dan bagian yang tua berdasarkan rumus petik (dipotes).
  • Setelah semua dipisahkan bagian muda dan yang tua lalu ditimbang.

 

Gambar 2. Analisa Pucuk (Dokumentasi Pribadi)

Setelah pucuk teh dianalisis lalu dimasukkan dalam catatan sebagai arsip dan bahan evaluasi perusahan dan juga bahan evaluasi kinerja dari pemetik. Dalam pengolahan teh untuk mendapatkan hasil olahan dengan memiliki kualitas rasa dan aroma yang khas maka dibutuhkan pucuk teh dengan kriteria muda (p+1, p+2m, p+3, p+3m, b+1m, b+2m dan b+3m). Kualitas pucuk yang belum memenuhi syarat dapat diakibatkan oleh kondisi tanaman teh banyak terserang hama dan penyakit yang mengakibatkan pertumbuhan pucuk terganggu. Selain itu, kondisi lingkungan seperti kemarau panjang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas produksi pucuk teh.

 

Disusun oleh :

Yudi Candra (Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung)

Fani Fauziah, S.P. (Peneliti Agronomi Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung)


Post Terkait

  • Benarkah Chloroquine Efektif sebagai Antivirus COVID-19?

    Tanggal : 23 Mar 2020 08:00:00 Wib

    Kejadian virus Corona pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada tangal 12 Desember 2019. Virus Corona 2019. Sebelumnya virus tersebut bernama SARS-Cov-2 lalu menjadi Novel corona virus (2019-nCoV), kemudian ditetapakan oleh WHO menjadi COVID-19, dalam jangka 4 bulan (sejak Desember 2019 hingga Maret 2020). Penyebaran virus Corona telah menjangkau berbagai negara di penjuru dunia. Penelitian yang dilakukan oleh Peng Zhou dkk. yang dipublikasikan pada jurnal Ilmiah Nature melaporkan bahwa COVID-19 memiliki kemiripan pada seluruh genom dengan Corona virus yang terdapat pada kelelawar dengan tingkat kemiripan 96%.


  • Repurposing Drug –Tanaman Kina Antimalaria untuk Antivirus

    Tanggal : 16 Mar 2020 09:00:00 Wib

    Dipatiukur, Bandung. Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Dadan Rohdiana melakukan kunjungan ke Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran menemui Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si, Apt. terkait dengan informasi klorokuin yang merupakan analog kuinin sebagai obat malaria namun memiliki kemampuan sebagai obat antivirus Corinavirus Disease (COVID-19). Dalam pertemuannya, Dr. Rohdiana mengangkat mengenai tanaman Kina yang bisa menjadi bahan baku penunjang antivirus tersebut.


  • Rantai Pemasaran Produk Teh Gamboeng

    Tanggal : 20 Feb 2020 09:08:04 Wib

    Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) merupakan lembaga research dan profit center yang bergerak pada komoditas teh dan kina. Dalam dinamika perjalanan bisnisnya, aspek pemasaran masih menjadi tantangan bisnis sampai saat ini. Philip Kotler and Kevin Lane Keller (2007) mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.


  • Manfaat Teh Hijau Bagi Penderita Diabetes

    Tanggal : 16 Dec 2019 08:00:00 Wib

    Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelainan metabolik yang bersifat kronik dimana terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah sebagai akibat kurangnya jumlah insulin, kerja insulin maupun keduanya. Menurut Diabetes Atlas 2000 (International Diabetes Federation) 4,6% atau 5,6 juta jiwa penduduk Indonesia menderita DM dan diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada 8,2 juta penderita DM (Pranoto, 2003).


  • Kesalahan Meminum Teh Hijau

    Tanggal : 02 Dec 2019 08:00:00 Wib

    Teh adalah bahan minuman yang sangat bermanfaat, terbuat dari pucuk tanaman teh (Camellia sinensis) melalui proses pengolahan tertentu dan sebagai bahan minuman alami yang sangat populer diberbagai kalangan sejak 28 abad sebelum Masehi menurut (Suharno, 2000). Teh hijau merupakan teh yang diperoleh tanpa proses fermentasi (oksidasi enzimatis) yaitu dibuat dengan cara menginaktifkan enzim fenolase yang ada dalam pucuk daun teh segar menurut (Lelita, 2019).


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.