Keutuhan Kualitas Teh Terbaik

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 21 Oct 2019 08:00 Wib | Dibaca : 301 | Kategori : Artikel


Gambar 1. Pucuk tanaman teh (Camellia sinensis L.)

(Dokumen pribadi)

Teh merupakan tanaman perkebunan yang diambil pucuknya dan diolah menjadi minuman penyegar. Teh mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti katekin, kafein, polifenol, dan mineral lainnya. Agar manfaat zat tersebut dapat dirasakan oleh tubuh kita, maka pucuk harus ditangani dengan prosedur yang baik dan benar.

Penanganan pucuk berarti dimulai dari manajemen di kebun sampai ke pabrik pengolahan. Penanganan pucuk merupakan salah satu komponen kegiatan penting dalam menjaga kualitas dan mutu teh. Pucuk daun teh yang telah dipanen kemudian di bungkus menggunakan waring dengan kapasitas maksimal 20 kilogram. Jika pucuk melebihi 20 kg dalam satu waring dapat menimbulkan kerusakan pucuk. Selain itu, pucuk tidak boleh dipadatkan apalagi diinjak. Waring berisi pucuk teh harus diletakkan di tempat teduh dengan tujuan menghindari oksidasi yang berlebih akibat paparan sinar matahari langsung.

Waring yang sudah terkumpul akan diangkut ke pabrik pengolahan. Sebelumnya, semua waring akan ditimbang, kemudian dimasukkan ke dalam bak truk pengangkut. Selama proses penimbangan dan pegangkutan waring ke truk, perlu diletakkan terpal dibawah bak truk. Hal ini bertujuan agar pucuk yang berjatuhan saat menaikkan waring dapat diambil kembali. Waring tidak boleh ditumpuk terlalu tinggi dan bak truk harus di tutupi dengan terpal dan tidak boleh ada yang menumpang di bak atau menaiki pucuk. Manajemen waktu pegangkutan juga sangat penting, karena keterlambatan pengangkutan juga dapat mempengaruhi kualitas pucuk.

Karyawan merupakan salah satu faktor yang sangat berperan penting dalam penanganan pucuk, dalam hal ini karyawan harus mengerti dan memahami cara penanganan pucuk yang baik dan benar. Oleh karena itu, monitoring dan evalusi mengenai penanganan pucuk sangatlah penting dilakukan agar menumbuhkan kesadaran karyawan untuk menjaga dan melindungi pucuk seperti anak sendiri.

Gambar 2. Pemetikan dengan mesin

Dokumentasi Pribadi

Disusun oleh:

Rizki Arisandi (Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung)

Adhi Irianto M, S.P. (Peneliti Agronomi, Pusat Penelitian Teh dan Kina)

 

Daftar Pustaka :

Pusat Penelitian Teh dan Kina. 2006. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Teh Edisi Ketiga. Lembaga Riset Perkebunan Indonesia. Bandung.

Syafika, M. 2013. Laporan Kegiatan Masa Orientasi Peneliti Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. PPTK Gambung. Bandung.


Post Terkait

  • Benarkah Chloroquine Efektif sebagai Antivirus COVID-19?

    Tanggal : 23 Mar 2020 08:00:00 Wib

    Kejadian virus Corona pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada tangal 12 Desember 2019. Virus Corona 2019. Sebelumnya virus tersebut bernama SARS-Cov-2 lalu menjadi Novel corona virus (2019-nCoV), kemudian ditetapakan oleh WHO menjadi COVID-19, dalam jangka 4 bulan (sejak Desember 2019 hingga Maret 2020). Penyebaran virus Corona telah menjangkau berbagai negara di penjuru dunia. Penelitian yang dilakukan oleh Peng Zhou dkk. yang dipublikasikan pada jurnal Ilmiah Nature melaporkan bahwa COVID-19 memiliki kemiripan pada seluruh genom dengan Corona virus yang terdapat pada kelelawar dengan tingkat kemiripan 96%.


  • Repurposing Drug –Tanaman Kina Antimalaria untuk Antivirus

    Tanggal : 16 Mar 2020 09:00:00 Wib

    Dipatiukur, Bandung. Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Dadan Rohdiana melakukan kunjungan ke Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran menemui Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si, Apt. terkait dengan informasi klorokuin yang merupakan analog kuinin sebagai obat malaria namun memiliki kemampuan sebagai obat antivirus Corinavirus Disease (COVID-19). Dalam pertemuannya, Dr. Rohdiana mengangkat mengenai tanaman Kina yang bisa menjadi bahan baku penunjang antivirus tersebut.


  • Rantai Pemasaran Produk Teh Gamboeng

    Tanggal : 20 Feb 2020 09:08:04 Wib

    Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) merupakan lembaga research dan profit center yang bergerak pada komoditas teh dan kina. Dalam dinamika perjalanan bisnisnya, aspek pemasaran masih menjadi tantangan bisnis sampai saat ini. Philip Kotler and Kevin Lane Keller (2007) mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.


  • Manfaat Teh Hijau Bagi Penderita Diabetes

    Tanggal : 16 Dec 2019 08:00:00 Wib

    Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelainan metabolik yang bersifat kronik dimana terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah sebagai akibat kurangnya jumlah insulin, kerja insulin maupun keduanya. Menurut Diabetes Atlas 2000 (International Diabetes Federation) 4,6% atau 5,6 juta jiwa penduduk Indonesia menderita DM dan diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada 8,2 juta penderita DM (Pranoto, 2003).


  • Kesalahan Meminum Teh Hijau

    Tanggal : 02 Dec 2019 08:00:00 Wib

    Teh adalah bahan minuman yang sangat bermanfaat, terbuat dari pucuk tanaman teh (Camellia sinensis) melalui proses pengolahan tertentu dan sebagai bahan minuman alami yang sangat populer diberbagai kalangan sejak 28 abad sebelum Masehi menurut (Suharno, 2000). Teh hijau merupakan teh yang diperoleh tanpa proses fermentasi (oksidasi enzimatis) yaitu dibuat dengan cara menginaktifkan enzim fenolase yang ada dalam pucuk daun teh segar menurut (Lelita, 2019).


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.