Aktivitas Senyawa Metabolit Sekunder Pada Kina (Cinchona sp.) dan Manfaatnya

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 28 Feb 2020 14:00 Wib | Dibaca : 197 | Kategori : Artikel


Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1854 berasal dari Bolivia. Tanaman kina (Cinchona sp.) telah dikenal manusia sejak zaman dahulu dan pertama kali ditemukan oleh bangsa Indian Peru sebagai obat demam, karena tanaman ini mengandung alkaloid quinoline pada kulit batangnya (Riyadi dan Tahardi, 2005). Spesies kina yang banyak di budidayakan di Indonesia yaitu C. succirubra  (kina  succi) , C. ledgriana (kina  ledger) dan C. calisaya  (kina  kalisaya). Klon-klon unggul dari tanaman kina antara  lain:  Cib  6,  KP  105,  KP  473, KP  484 dan  QRC. Kina tumbuh baik pada tanah andosol yaitu di daerah pegunungan Indonesia dengan ketinggian di atas 1000 mdpl. Ketinggian optimum tanaman kina berkisar antara 1400-1700 mdpl dan kondisi tanah yang cocok untuk pertanaman kina yaitu subur, gembur, tidak bercadas, serta memiliki pH optimum 5,8 (Maxiselly et al., 2017; PPTK, 2006 ). Bagian kulit dari batang tanaman kina dapat dimanfaatkan sebagai obat karena kulit batang kina banyak mengandung alkaloid-alkaloid yang berguna kesehatan.  

Pada bagian kulit batang tanaman kina terdapat metabolit sekunder yang disebut alkaloid sinkona. Senyawa yang paling banyak ditemukan pada alkaloid sinkona adalah kuinin, kuinidin, sinkonin dan sinkonidin. Secara umum kugunaan alkaloid sinkona antara lain sebagai obat penyakit malaria, influenza, disentri dan tonik. Senyawa pada alkaloid sinkona memliki fungsi yang berbeda. Menurut Marella et al. (2013) menyatakan senyawa kuinin memiliki fungsi sebagai obat antimalaria, antibakteri, kardiotonik, antijamur, antiinflamasi, dan juga berguna dalam beberapa gangguan otot. Senyawa kuinidin memiliki fungsi bagi kesehatan yaitu pengobatan malaria dan meredam rangsangan otot jantung, sedangkan sinkonin dan sinkonidin memiliki fungsi sebagai zat antimikroba, skizonidal, amoebiasis, flu, disentri, dan demam. Ernawati et al. (2018) menyatakan, selain senyawa di atas, pada tanaman kina juga terdapat senyawa turunan alkaloid sinkona lain yang memiliki peran masing-masing dalam mekanisme pengobatan malaria dan beberapa senyawa memiliki aktivitas antikanker, senyawa tersebut yaitu meflokuinin, hibrid kuinin-artemisinin, konjugasi kuinin triazol, asam lemak kuinin, sinkonin tiglat, amodiakuin, isokuin, 4-Fluoro-N-tert-butyl isokuin, terbukuin, asilatid mono- bis- dan tris- sinkona-amina, kuinin sulfat, dihidrokuinin, kuinin analog, dan klorokuin.

Senyawa turunan disebut di atas, bisa terdapat secara alami ataupun merupakan senyawa sintesis, sebagai contoh kasus, senyawa klorokuin yang sering diperbincangkan saat ini merupakan satu senyawa sintetis yang dibuat menggunakan gugus quinoline pada kulit batang tanaman kina dan digunakan untuk mengobati malaria (Shi et al., 2017), dan baru-baru ini dilaporkan sebagai obat antivirus broadspectrum yang potensial. Menurut Wang et al. (2020) senyawa klorokuin diketahui dapat memblokir infeksi virus dengan meningkatkan pH endosom yang diperlukan untuk fusi virus terhadap sel, serta mengganggu glikosilasi reseptor seluler SARS-CoV dan pada uji waktu penambahan menunjukkan bahwa klorokuin berfungsi pada tahap pasca-infeksi SARS-CoV-2. Klorokuin adalah basa lemah yang diketahui mempengaruhi vesikel asam yang menyebabkan disfungsi beberapa enzim termasuk hidrolase asam yang menghambat modifikasi pasca-translasi, sehingga berpotensi mempengaruhi pH. Menurut Gao et al. (2020) menyatakan bahwa sebanyak lebih dari 100 pasien menunjukkan klorokuin fosfat dapat menghambat pneumonia, meningkatkan pencitraan paru-paru, menaikkan konversi virus negatif dan memperpendek penyakit. Klorokuin memiliki aktivitas memodulasi kekebalan, yang secara sinergis meningkatkan efek antivirusnya secara in vivo. Klorokuin didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh, termasuk paru-paru, setelah pemberian oral. Dalam publikasinya Gao et al. (2010) juga menyatakan bahwa aktivitas antiviral dan antiinflamasi dari klorokuin berpotensi mengobati pneumonia pasien COVID-19  tetapi untuk mengetahui sejauh mana keefektifan senyawa klorokuin perlu dilakukan uji secara klinis.

 

Oleh :

Puguh Jati Nugroho, Muthia Syafika Haq dan Hilman Maulana

 

DAFTAR PUSTAKA

Ernawati, T., P.D. N. Lotulung, Megawati, G. Widyarti, A. Sundowo, Minarti, A. Darmawan, A. Lelono dan M. Hanafi. 2018. Bioaktivitas senyawa turunan alkaloid sinkona. Jurnal Agrosains dan Teknologi 3 (2) : 97 – 96.

Gao, J., Z. Tian dan X. Yang. 2020. Breakthrough: Chloroquine phosphate has shown apparent efficacy in treatment of COVID-19 associated pneumonia in clinical studies. BioScience Trends : DOI: 10.5582/bst.2020.01047

Marella, A., O. P. Tanwar, R. Saha, M. R. Ali, S. Srivastava dan M. Akhter. 2013. Quinoline : A versatile heterocyclic. Jurnal Saudi Pharm 21 : 1 – 12.

Maxiselly, Y., M. Ariyanti dan M. A. Soleh. 2017. Respon tanaman kina (Cinchona sp) fase tbm terhadap berbagai kombinasi pupuk organik dan anorganik di Jatinangor Sumedang. Jurnal Agrotek Indonesia 2 (2) : 70 – 72.

PPTK.  2006.  Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Teh. Edisi ketiga. Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung.

Riyadi, I dan J.S. Tahardi. 2005. Pengaruh NAA dan IBA terhadap pertumbuhan dan perkembangan tunas kina (Cinchona succirubra). Jurnal Bioteknologi Pertanian 10 (2) : 40-50.

Shi, H., G. Yu, V. Geng, L. Gu, N. Yang, C. Wang, C. Zhu, Y. Yang, D. Hu, X. Yuan, L. Lan, G.Wu dan Z. Tang. 2017. MrgprA3 shows sensitization to chloroquine in an acetone–ether–water mice model. NeuroReport 28 (17) : 1127 – 1133.

Wang, M., R. Cao, L. Zhang, X. Yang, J. Liu, M. Xu, Z. Shi, Z. Hu, W. Zhong dan G. Xiao. 2020. Remdesivir and chloroquine effectively inhibit the recently emerged novel coronavirus (2019-nCoV) in vitro. Call Research 0 : 1 – 3.

 

 


Post Terkait

  • MANFAAT MINUM TEH SAAT BERBUKA PUASA DAN SAHUR

    Tanggal : 29 Apr 2020 10:00:00 Wib

    Salah satu ketakutan kebanyakan orang untuk mengkonsumsi teh saat berbuka puasa maupun sahur adalah teh bersifat diuretik. Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Dadan Rohdiana mengatakan teh mengandung senyawa alkaloid berupa kafein yang mempunyai efek diuretik, meningkatkan volume urin sehingga sering keluar masuk toilet. “Namun jangan khawatir, kafein yang ada dalam seduhan teh tidak sendirian. Kafein di dalam seduhan teh dibarengi juga dengan adanya flavonoid yang mempunyai segudang manfaat,” ujarnya, Selasa (28/4/2020).


  • Benarkah Chloroquine Efektif sebagai Antivirus COVID-19?

    Tanggal : 14 Mar 2020 10:00:00 Wib

    Kejadian virus Corona pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada tangal 12 Desember 2019. Virus Corona 2019. Sebelumnya virus tersebut bernama SARS-Cov-2 lalu menjadi Novel corona virus (2019-nCoV), kemudian ditetapakan oleh WHO menjadi COVID-19, dalam jangka 4 bulan (sejak Desember 2019 hingga Maret 2020). Penyebaran virus Corona telah menjangkau berbagai negara di penjuru dunia. Penelitian yang dilakukan oleh Peng Zhou dkk. yang dipublikasikan pada jurnal Ilmiah Nature melaporkan bahwa COVID-19 memiliki kemiripan pada seluruh genom dengan Corona virus yang terdapat pada kelelawar dengan tingkat kemiripan 96%.


  • Repurposing Drug –Tanaman Kina Antimalaria untuk Antivirus

    Tanggal : 30 Jan 2020 09:00:00 Wib

    Dipatiukur, Bandung. Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Dadan Rohdiana melakukan kunjungan ke Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran menemui Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si, Apt. terkait dengan informasi klorokuin yang merupakan analog kuinin sebagai obat malaria namun memiliki kemampuan sebagai obat antivirus Corinavirus Disease (COVID-19). Dalam pertemuannya, Dr. Rohdiana mengangkat mengenai tanaman Kina yang bisa menjadi bahan baku penunjang antivirus tersebut.


  • Rantai Pemasaran Produk Teh Gamboeng

    Tanggal : 05 Jan 2020 10:00:00 Wib

    Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) merupakan lembaga research dan profit center yang bergerak pada komoditas teh dan kina. Dalam dinamika perjalanan bisnisnya, aspek pemasaran masih menjadi tantangan bisnis sampai saat ini. Philip Kotler and Kevin Lane Keller (2007) mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.


  • Manfaat Teh Hijau Bagi Penderita Diabetes

    Tanggal : 16 Dec 2019 08:00:00 Wib

    Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelainan metabolik yang bersifat kronik dimana terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah sebagai akibat kurangnya jumlah insulin, kerja insulin maupun keduanya. Menurut Diabetes Atlas 2000 (International Diabetes Federation) 4,6% atau 5,6 juta jiwa penduduk Indonesia menderita DM dan diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada 8,2 juta penderita DM (Pranoto, 2003).