Masker Gel Peel-Off Ektrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis)

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 29 Jun 2020 11:13 Wib | Dibaca : 1765 | Kategori : Artikel


Teh (Camelia sinensis) merupakan bahan minuman dibuat dari pucuk muda daun teh yang telah mengalami proses pengolahan tertentu seperti pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis dan pengeringan. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan Selatan, namun  sekarang telah dikembangkan di seluruh dunia, di daerah tropis maupun subtropis. Teh bermanfaat memberi  rasa segar, dapat memulihkan kesehatan badan. Khasiat yang dimiliki oleh minuman teh tersebut berasal dari kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam daun teh. Kandungan senyawa kimia dalam daun teh dapat digolongkan menjadi 4 kelompok besar yaitu golongan fenol, golongan bukan fenol, golongan aromatis dan enzim.

Saat ini produk teh tidak hanya terbatas pada produk minuman saja, tetapi telah menjadi salah satu komponen penting pada produk makanan, farmasi, perawatan tubuh dan kecantikan. Salah satu pemanfaatan teh dalam bidang kecantikan dapat digunakan untuk pengobatan acne vulgaris. Jerawat (Acne vulgaris) adalah peradangan kronik folikel polisebasea yang disebabkan oleh beberapa faktor dengan gambaran klinis efloresensi berupa komedo, papul, pustul, odul dan kista (Rahmanisa dan Rika, 2016).

Daun teh mengandung zat-zat yang larut dalam air seperti Epigallocatechin-3-Gallate (EGCG), kafein, asam amino dan berbagai gula. Teh hijau merupakan teh yang dalam pembuatannya tidak mengalami fermentasi. Proses fermentasi dapat menyebabkan oksidasi enzimatis yang dapat merusak kandungan EGCG dalam daun teh. EGCG merupakan senyawa polifenol yang tersusun dalam konfigurasi C8-C3-C6 yaitu 2 cincin aromatik yang dihubungkan oleh oleh satuan 3 karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, katekin atau EGCG juga mampu menghambat produksi sebum dengan mempengaruhi kerja dari enzim 5 alpha-reduktase tipe 1 yang ditemukan pada kelenjar sebasea. EGCG mencegah adhesi bakteri untuk mensintesis purin dan primidin sehingga aktivitas bakteri dihambat.EGCG juga berperan dalam mengurangi inflamasi pada penderita Acne vulgaris dengan menekan jalur NF-Kb dan AP1 sehingga mengurangi kelangsungan hidup Propionibacterium acne yang merupakan bakteri penyebab jerawat. Senyawa EGCG termasuk senyawa yang terpenting dalam daun the dan mempunyai sifat sebagai antioksidan. Antioksidan digunakan sebagai mencegah kerusakan tingkat seluler yang akan mengakibatkan penyakit tertentu. Polifenol teh hijau hijau mendorong aktivitas detoksifikasi komponen senobiotika dan juga dapat mengikat ion logam  seperti besi yang dapat mengakibatkan radikal bebas (Rahmanisa dan Rika, 2016).

Dalam pengembangan formulasinya sebagai antijerawat, telah dilakukan optimasi dapar dan emulgator dengan zat aktif EGCG yang menghasilkan formula optimum sediaan krim dengan stabilitas fisik dan kimia yang baik. Berdasarkan penelitian yang terdahulu, formula optimum sediaan krim juga dapat mempertahankan aktivitasnya selama tiga bulan. Hal ini disebabkan terdapatnya komposisi optimum asam askorbat yang dapat melindungi EGCG dari degradasi saat di formulasikan dalam sediaan krim. Asam askorbat dapat melindungi EGCG dengan cara mereduksi bentuk radikal bebas katekin menjadi bentuk reduksinya dan asam askorbat mampu melindungi EGCG dan asam sitrat dari degradasi akibat oksigen (Widyaningrum dkk., 2015). Salah satu bentuk sediaan topikal yang telah banyak dikembangkan adalah masker peel-off. Masker peel-off merupakan masker yang praktis digunakan sebab masker tersebut dapat melekat pada wajah untuk mengangkat semua kotoran dan tidak meninggalkan residu pada wajah. Selain itu masker peel-off dapat memberikan manfaat pada kulit yaitu diantaranya dapat membuat rileks otot pada wajah, membersihkan, menyegarkan, melembabkan dan membuat kulit wajah menjadi lebih lembut  (Nurwaini dan Dhiah, 2019).

Pembuatan masker peel off diawali dengan ekstrak daun teh hijau yang dibuat dengan metode maserasi menggunakan daun kering teh hijau. Ekstrak daun teh hijau dibuat dari 506 gram serbuk daun teh hijau kering yang telah dikecilkan partikelnya menggunakan blender dan direndam dalam 2 liter etanol 96%. Rendaman tersebut diaduk selama 1 jam dan didiamkan selama 3 hari dengan pengulangan pengadukan setiap harinya. Alasan penggunaan etanol 96% sebagai pelarut adalah karena etanol 96% mudah menarik zat aktif yang terkandung didalam ekstrak daun teh hijau. Kemudian filtrate disaring dan diuapkan dengan rotary evaporator agar terbentuk ekstrak yang lebih kental yang kemudian dipanaskan diatas penangas air hingga terbentuk ekstrak kental. Remaserasi dilakukan sebanyak 3x (Nurwaini dan Dhiah, 2019).

Oleh : Andhega Besti Pratamesthika & Sugeng Harianto

DAFTAR PUSTAKA

Rahmanisa, Soraya dan Rika Oktaria. 2016. Pengaruh Epigallocatechin-3-Gallate (EGCG) pada Teh Hijau Terhadap Acne Vulgaris. Majority. 5(2): 101-103.

Nurwaini, Setyo dan Dhiah Ayu Permata Sari. 2019. Masker Gell Peel-Off Ektraksi Daun Teh Hijau (Camellia sinensis): Sifat Fisik dan Aktivitas Antoksidannya. URECOL. The 9th Research Colloqium 2019. Universitas Muhammdiyah Purworejo.

Widyaningrum, Naniek., Achmad Fudhoi., Sudarsono dan Erna P. Setyowati. Aktivitas Antibakteri Formula Optimum Krim Antiacne Fraksi Etil Asetat Ektrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L). Prosiding Seminar Nasional Peluang Herbal Sebagai Alternatif Medicine Tahun 2015. ISBN : 978-602-19556-2-8.

 


Post Terkait

  • Pengaruh Teh Hitam dan Teh Hijau Terhadap Penyerapan Zat Besi oleh Tubuh

    Tanggal : 10 Sep 2020 08:51:25 Wib

    Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah anemia defisiensi gizi. Defisiensi besi ini dapat disebabkan oleh asupan dan serapan yang kurang, seperti kebiasaan mengkonsumsi zat yang dapat menghambat penyerapan zat gizi seperti minum teh pada saat makan. Hambatan penyerapan ini disebabkan oleh polifenol yang terkandung didalam teh, terutama tanin (Besral et al., 2007). Meskipun teh diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tetapi teh juga diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi pada waktu yang salah, seperti pada saat makan atau dalam satu jam setelah makan. Kebiasaan inilah yang menjadi penyebab terjadinya anemia defisiensi besi (Almatsier, 2009).


  • Smart Plantation : Teknologi Drone untuk Perkebunan Teh

    Tanggal : 03 Aug 2020 09:05:00 Wib

    Drone merupakan salah satu teknologi canggih berupa kendaraan udara. Bentuknya menyerupai pesawat terbang atau helikopter yang dapat dioperasikan tanpa dikendarai oleh awak atau pilot. Menurut Dadang (2019), drone merupakan teknologi dengan berbagai kelebihan, diantaranya (1) efisiensi dalam biaya operasi, (2) efisiensi dalam penggunaan air, (3) efisiensi dalam waktu, (4) efisiensi dalam tenaga kerjs, dan (5) rendahnya drift (dalam kondisi tertentu). Menurut Irawaty., et al (2017), drone sudah mulai dikembangkan untuk mendeteksi keadaan dan kesuburan tanah serta pendeteksian kesehatan tanaman. Sehingga drone juga dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pupuk tanaman.


  • Rainfall Simulator Sebagai Pendugaan Laju Erosi Pada Perkebunan Teh Dengan Cara Yang Sederhana

    Tanggal : 13 Jul 2020 14:13:02 Wib

    Degradasi lahan di Indonesia umumnya disebabkan oleh erosi air hujan. Erosi dapat menjadi masalah serius bagi perkebunan teh, hal ini disebabkan karena jika laju erosi pada lahan perkebunan teh besar dapat menyebabkan hilangnya partikel-partikel tanah pada top soil dan menyebabkan terjadinya kehilangan unsur hara pada lapisan atas tanah yang disebabkan oleh pencucian yang berasal dari terjadinya erosi.


  • Si ”Jambul” Sumber Kehidupan

    Tanggal : 15 Jun 2020 09:26:44 Wib

    Pada usia berapa anda mengetahui fakta bahwa tanaman teh dapat tumbuh menjadi pohon setinggi 15 meter, padahal yang kita lihat selama ini tanaman tersebut hanya tumbuh hingga setinggi pinggang orang dewasa? Jawabannya ada pada pemangkasan. Proses ini merupakan upaya untuk menghasilkan bidang petik yang rendah sehingga mempermudah dalam pemetikan serta dapat menghasilkan pucuk teh dalam jumlah banyak. BPPP (2005) mengemukakan bahwa pemangkasan merupakan tindakan membuang sebagian dari bagian tanaman untuk menumbuhkan dan merangsang pembungaan dan pembuahan ke arah yang dikehendaki.


  • Pengaruh Ekstrak Teh Hijau terhadap Penurunan Berat Badan pada Remaja

    Tanggal : 29 May 2020 13:38:52 Wib

    Berat Badan adalah parameter antropometri yang sangat labil, berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya dalam keadaan yang abnormal, terdapat dua kemungkinan perkembangan berat badan, yaitu dapat berkembang cepat atau lebih lambat dari keadaan normal. Berat badan harus selalu dimonitor agar memberikan informasi yang memungkinkan intervensi gizi yang preventif sedini mungkin guna mengatasi kecenderungan penurunan atau penambahan berat badan yang tidak dikehendaki seperti obesitas. Pada negara berkembang, prevalensi obesitas terus meningkat dan banyak terjadi pada masyarakat usia muda. Masalah kelebihan berat badan juga ditemukan lebih tinggi di antara kelompok usia